0

اربعةٌ منْ جوارح الإنسان يزيلها بأربعةأشياء:العقل يزيلها الغضب, والدين يزيلها الحسد, والحياء يزيلها الطمع والعمل الصالحيزيلها الغيبة
Empat macam mutiara manusia yang dapat hilang karenaempat perkara lainnya (1) Akal dihilangkan oleh marah,(2) Agama dihilangkanoleh hasad(dengki),(3) Malu dihilangkan oleh tamak,(4) Amal sholeh dihilangkanoleh menggunjing. (Ibn HajarAsqalani, Kitab Nashaihul Ibad).

1. Akal dihilangkan karena marah

Akal merupakan salah satu hidayah Allah yangdiberikan kepada manusia. Dengan akal kedudukan manusia paling tinggi dan utamadibandingkan makhluq Allah lainnya. Dengan akal, manusia dapat membedakan yangbaik dan buruk, yang benar dan salah, dapat membedakan yang membahayakan danyang aman, Oleh karena pentingnya manusia menggunakan akalnya, dalam Al Qur’ansebanyak 13 kali Allah menegur manusia yang berpaling atas kekuasaan Allah dantidak menggunakan akalnya dengan kalimat Afala Ta’qilun ( افلا تعقلون ).

Akal sehat seseorang akan hilang apabilatidak dapat mengendalikan amarahnya. Dengan amarah, manusia tidak dapatmembedakan yang baik dan buruk, dengan marah seseorang sulit membedakan yangbahaya dan tidak. Para sarjana kesehatan telah mencatat bahwa 60% dari penderita sakit jiwa, TBC dan darah tinggi adalah berasal dari orangyang mudah tersinggung. Dan ketiga penyakit itu akan mudah disembuhkan bilasipenderita menjauhi amarahnya.

Hadis Rasulullah SAW menyatakan; “Bukanlahorang kuat karena menang bertarung, tapi orang kuat ialah yang mampu menahanamarahnya”
ليسالشديد بالصرعة إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب (رواه البخاري ومسلم)

2. Agama hilang karena hasud

Hasud atau dengki adalah sikap batin yangtidak senang kepada orang lain yang mendapat kenikmatan, sekaligus mengharapkanhilangnya kenikmatan itu dari pemiliknya. Panyakit ini merupakan penyakittertua, karena sejak manusia pertama ada dimuka bumi, penyakit ini sudah ada.Kita ingat peristiwa dibunuhnya Habil oleh Qabil (putranya Nabi Adam) karenasifat dengki.

Dalam AlQur’an telah diperingatkan oleh Allah:
وَلاَ تَتَمَنَّوْاْ مَا فَضَّلَ اللّهُ بِهِبَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ
”Janganlah kamu iri hati terhadap apa yangdikaruniakan Allah kepada sebagian orang lain lebih banyak dari sebagian yanglain” (Annisa 32)

Hadis Rasulullah SAW memperingatkan:
الحسديأكل الحسنات كما تأكل النار الخطب
Hasud itu memakan/menghilangkan kebaikansebagimana api membakar kayu yang kering”(HR. Ibnu Majah)

3. Malu hilang karena sifat tamak

Tamak adalah sikap batin seseorang yang tidak merasa puas dengan apa yang telah dimiliki.Dengan sifat Thoma’ seseorang tidak akan malu melakukan tindakan-tindakan yangmelawan hukum dannorma agama, negara, sosial kemasyarakatan dan etika. Hadis Nabimenyatakan : الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيْمَانِ“Rasa malu itu adalah salah satu cabangdari keimanan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

إِنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًاوَخُلُقُ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ
Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalahmalu (H.R Malik, Ibnu Majah,)

الْحَيَاءُوَالإِيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر
Sesungguhnya malu dan iman adalah kedua halyang beriringan. Jika diangkat salah satu, maka terangkat yang lain (H.R al-Hakim,

4. Amal shaleh akan terhapus oleh gunjingan


Menggunjing adalah salah satu sifat jelekmanusia dan dapat menimbulkan permusuhan dan menghilangkan amal soleh. Sifat menggunjing termasuk sifat yang dapat menimbulkanbahaya dan dampak yang bahaya, Allah telah memperingatkan :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَالظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّأَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوااللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilahkebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa danjanganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamumenggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakandaging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi MahaPenyayang” (Q.S. Al Hujurah : 12)

Dari sahabat Ibnu Umar ra, beliau saw bersabda:
يَامَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانَهِ وَلَمْ يَفْضِ الإِيْمَانُ إِلَى قَلْبِهِ لاَتُؤْذُوا المُسْلِمِيْنَ وَلاَ تُعَيِّرُوا وَلاَ تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُمَنْ يَتَّبِعْ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَّبَعَ اللهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْيَتَّبَعِ اللهُ يَفْضَحْهُ لَهُ وَلَو في جَوْفِ رَحْلِهِ
“Wahaisekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya,janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, janganlah kalianmenjelek-jelekkannya, janganlah kalian mencari-cari aibnya. Barang siapa yangmencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya.Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnyawalaupun di dalam rumahnya.” (H.R. At Tirmidzi dan lainnya).

Penulis: 
H.Untung Santosa (Wakil Ketua PDM Gunungkidul)

Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top