WMN 2015 -- Membludaknya jumlah wisatawan Goa Pindul saat libur tahun baru menjadi tambang emas bagi sejumlah joki untuk menawarkan jasa antar Goa Pindul. Tak urung banyaknya jumlah joki yang membawa poster besar bertuliskan Goa Pindul itu malah membuat bingung wisatawan.
M. Ridwan (23), wisatawan asal Sukoharjo, Jawa Tengah tercengang menyaksikan cara penyambutan pengunjung, model joki Pindul. Hal tersebut menurut Ridwan karena banyaknya joki yang sudah berupaya menawarkan jasa antar sejak di pintu masuk Gunungkidul.
"Sepanjang jalan selepas tanjakan bukit Patuk, banyak papan penunjuk arah, berupa baner bertanda anak panah. Saya sampai bingung jalanya itu sebenarnya lewat mana", ucap Ridwan, Rabu (07/01). Kendati demikian dia menilai penyambutan gaya joki yang dilakukan di hampir setiap penggal jalan tidak memudahkan calon pengunjung, melainkan sebaliknya, justru merepotkan dan membingungkan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunungkidul, Saryanto, ST saat diminta komentarnya mengenai puluhan anak panah menuju Pindul tersebut mengatakan, sudah saatnya dinas perhubungan membuat papan penunjuk wisata, bukan sekedar penunjuk jalan. "Saya pikir disatukan dengan pintu gerbang Patuk itu lebih bagus. Pengunjung diberi informasi, ke Gunung Api Nglanggeran 10 Km, ke Sri Gethuk 15 Km, ke Pindul 35 Km, Baron 42 Km," ucapnya. (wmn/sg)
M. Ridwan (23), wisatawan asal Sukoharjo, Jawa Tengah tercengang menyaksikan cara penyambutan pengunjung, model joki Pindul. Hal tersebut menurut Ridwan karena banyaknya joki yang sudah berupaya menawarkan jasa antar sejak di pintu masuk Gunungkidul.
"Sepanjang jalan selepas tanjakan bukit Patuk, banyak papan penunjuk arah, berupa baner bertanda anak panah. Saya sampai bingung jalanya itu sebenarnya lewat mana", ucap Ridwan, Rabu (07/01). Kendati demikian dia menilai penyambutan gaya joki yang dilakukan di hampir setiap penggal jalan tidak memudahkan calon pengunjung, melainkan sebaliknya, justru merepotkan dan membingungkan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunungkidul, Saryanto, ST saat diminta komentarnya mengenai puluhan anak panah menuju Pindul tersebut mengatakan, sudah saatnya dinas perhubungan membuat papan penunjuk wisata, bukan sekedar penunjuk jalan. "Saya pikir disatukan dengan pintu gerbang Patuk itu lebih bagus. Pengunjung diberi informasi, ke Gunung Api Nglanggeran 10 Km, ke Sri Gethuk 15 Km, ke Pindul 35 Km, Baron 42 Km," ucapnya. (wmn/sg)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.