WMN 2015 -- Kulonprogo (03/02), Kekhawatiran menyelimuti masyarakat pelaku wisata di Pantai Glagah. Mereka tidak ingin kawasan wisata pantai tersebut sertamerta tergusur proyek bandara baru. Para pelaku wisata pun meminta agar patok bandara dapat digeser sehingga tidak mengenai kawasan tersebut. Permintaan itu nampaknya mendapat respon dari Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.
Senin (2/2) pagi, Hasto dan rombongannya bahkan terjun ke lokasi untuk melakukan tinjauan. Sinyal-sinyal bahwa Bupati akan memperjuangkan untuk mengamankan kawasan wisata beserta area parkir dan akses jalannya dari gusuran proyek bandara pun terlihat.
"Saya sanggupi saya perjuangkan ke angkasa pura, bahwa saya juga ingin pertahankan wisata ingin tetap ada. Tempat parkir diamankan, jalan diamankan," kata Hasto, Senin (2/2). Kepala Desa Glagah, Agus Parmono, yang ikut menyambut kedatangan bupati pagi itu membenarkan, bahwa para pelaku wisata memang meminta objek wisata dipertahankan. Selain menjadi tumpuan pendapatan warga, keberadaannya juga menyumbang pendapatan asli daerah lebih kurang Rp1,7 miliar per tahun.
Di kawasan itu setidaknya ada 250 pelaku wisata. Mereka adalah juru parkir, pemilik warung, kapal di laguna, pemandian, dan lain sebagainya. Menurutnya, rencana proyek bandara jangan sampai menggusur kawasan wisata.
Bupati selain akan memperjuangkannya ke PT Angkasa Pura, di lokasi juga menyatakan segera membicarakannya dengan Gubenur DIY. Intinya, kawasan wisata Pantai Glagah pantas dipertahankan karena wilayah pesisir selatan itu kini sudah penuh kontrak karya. "Saya juga matur Ngerso Dalem, agar Kulonprogo harus punya wisata pantai," kata Hasto. (wmn/tribun)
Senin (2/2) pagi, Hasto dan rombongannya bahkan terjun ke lokasi untuk melakukan tinjauan. Sinyal-sinyal bahwa Bupati akan memperjuangkan untuk mengamankan kawasan wisata beserta area parkir dan akses jalannya dari gusuran proyek bandara pun terlihat.
"Saya sanggupi saya perjuangkan ke angkasa pura, bahwa saya juga ingin pertahankan wisata ingin tetap ada. Tempat parkir diamankan, jalan diamankan," kata Hasto, Senin (2/2). Kepala Desa Glagah, Agus Parmono, yang ikut menyambut kedatangan bupati pagi itu membenarkan, bahwa para pelaku wisata memang meminta objek wisata dipertahankan. Selain menjadi tumpuan pendapatan warga, keberadaannya juga menyumbang pendapatan asli daerah lebih kurang Rp1,7 miliar per tahun.
Di kawasan itu setidaknya ada 250 pelaku wisata. Mereka adalah juru parkir, pemilik warung, kapal di laguna, pemandian, dan lain sebagainya. Menurutnya, rencana proyek bandara jangan sampai menggusur kawasan wisata.
Bupati selain akan memperjuangkannya ke PT Angkasa Pura, di lokasi juga menyatakan segera membicarakannya dengan Gubenur DIY. Intinya, kawasan wisata Pantai Glagah pantas dipertahankan karena wilayah pesisir selatan itu kini sudah penuh kontrak karya. "Saya juga matur Ngerso Dalem, agar Kulonprogo harus punya wisata pantai," kata Hasto. (wmn/tribun)
Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.