0
WMN 2015 -- Yogyakarta (09/02), Majelis Ulama Indonesia menggelar Kongres Umat Islam VI di Yogyakarta, 8-11 Februari 2015. Namun sejumlah kelompok Islam, khususnya minoritas, tak mendapat undangan dalam pertemuan akbar yang akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla itu.

“Kami tidak dapat undangan itu,” kata Ketua Cabang Jemaah Ahmadiyah Kota Yogyakarta Ahmad Syaifuddin Muttaqi dihubungi Tempo, Ahad sore, 8 Februari 2015. Tapi, ia melanjutkan, mengetahui rencana adanya kongres itu. “Tahunya ya dari koran.

Meski tak diundang, ia tak kecewa. Apalagi MUI telah menuding Ahmadiyah sebagai kelompok yang sesat. Bahkan, ia melanjutkan, wajar jika MUI enggan mengajak Ahmadiyah terlibat dalam kongres itu. “Kalau dari MUI saya tak kecewa,” katanya. Sebaliknya, ia kecewa jika kebijakan pemerintah justru mengekor pada putusan MUI. Termasuk ikut-ikutan mencap jemaahnya sebagai aliran sesat. Semestinya, sebagai penyelenggara negara, pemerintah wajib melindungi setiap warganegara. “Melindungi (jemaah Ahmadiyah) ini seperti warganegara yang lain,” katanya.

Tak hanya kelompok minoritas, sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama di Yogyakarta juga tak mendapat undangan untuk hadir dalam kongres itu. Satu di antaranya adalah Kiai Abdul Muhaimin, Pengasuh Pesantren Nurul Ummahat, Kotagede. “Banyak pesantren yang tak diundang,” kata lelaki yang juga Ketua Forum Persaudaraan Umat Beragama DIY itu. Ia menduga kongres itu sekadar untuk mendukung kepentingan golongan tertentu dalam Islam. Misalnya saja semakin menekan kelompok minoritas dalam Islam, semisal mencap Ahmadiyah sebagai aliran sesat. (wmn/tempo)

Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top