WMN 2015 -- Sleman (19/05), Majelis Tarjih dan Tajdid PPMuhammadiyah akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-29 yang akan diselenggarakan mulai hari ini (Selasa, 19/5) sampai Jumat (22/5) di Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Kalasan, Sleman.
Munas ini dapat terselenggara berkat kerjasama Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dengan Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Munas Tarjih Muhammadiyah ini akan dibuka oleh Prof Dr Din Syamsudin, selaku Ketua Umum Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Pusat Bidang Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, mengatakan, Munas kali ini mengangkat tema "Penguatan Spiritualitas dan Tanggap Kebencanaan Menuju Masyarakat Berkemajuan". Tema bencana dipilih karena merupakan salah satu materi penting yang akan dibahas terkait fikih bencana. "Selama ini bencana dihubungkan saja dengan kehendak Tuhan saja, padahal perilaku manusia juga memengaruhi terjadinya bencana. Inilah yang akan menjadi titik poin sebagai paradigma fikih bencana yang diusung di munas nanti," tutur Yunahar, pada jumpa pers yang diadakan di Kantor PP Muhammadiyah Cik Ditiro Yogyakarta, Senin (18/5).
Dalam Munas ini juga akan dibahas mengenai fikih shalat dan sistem pengkaderan ulama Muhammadiyah. Untuk seminar Pra MuktamarMuhammadiyah ke-47 akan mengangkat tema, 'Dinamisasi Tajdid dan Pengembangan Intelektualisme Muhammadiyah di Masyarakat Terbuka'. Yubahar menuturkan, seminar pra muktamar ini diharapakan dapat memunculkan rumusan-rumusan Tajdid (pembaharuan)Muhammadiyah, terutama ketika Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 ini. (wmn/tr)
Ketua Pimpinan Pusat Bidang Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, mengatakan, Munas kali ini mengangkat tema "Penguatan Spiritualitas dan Tanggap Kebencanaan Menuju Masyarakat Berkemajuan". Tema bencana dipilih karena merupakan salah satu materi penting yang akan dibahas terkait fikih bencana. "Selama ini bencana dihubungkan saja dengan kehendak Tuhan saja, padahal perilaku manusia juga memengaruhi terjadinya bencana. Inilah yang akan menjadi titik poin sebagai paradigma fikih bencana yang diusung di munas nanti," tutur Yunahar, pada jumpa pers yang diadakan di Kantor PP Muhammadiyah Cik Ditiro Yogyakarta, Senin (18/5).
Dalam Munas ini juga akan dibahas mengenai fikih shalat dan sistem pengkaderan ulama Muhammadiyah. Untuk seminar Pra MuktamarMuhammadiyah ke-47 akan mengangkat tema, 'Dinamisasi Tajdid dan Pengembangan Intelektualisme Muhammadiyah di Masyarakat Terbuka'. Yubahar menuturkan, seminar pra muktamar ini diharapakan dapat memunculkan rumusan-rumusan Tajdid (pembaharuan)Muhammadiyah, terutama ketika Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 ini. (wmn/tr)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.