0
WMN 2015 -- Aceh (20/11), Peringati hari anak internasional puluhan mahasiswa Fakultas Hukum Muhammadiyah Banda Aceh gelar teatrikal potret anak Aceh. Aksi dilangsungkan di Simpang Lima Banda Aceh, Jum’at tadi sore (20/11).


Berbeda dengan aksi umumnya, para mahasiswa Muhammadiyah ini tidak membawa selembarpun poster tuntutan. Seluruh ekspresi disampaikan lewat musikalisasi dan teatrikal.

Dalam teatrikal mahasiswa mengisahkan seorang anak pengulung yang tidak dapat bersekolah akibat kemiskinan, namun sejumlah pejabat Aceh hidup penuh kemewahan. Selain itu, mahasiswa juga mengisahkan anak pejabat yang broken home. “Kami berharap pemerintah benar-benar serius menangani persoalan pendidikan anak-anak di Aceh,” kata Abdul Latif.

Lewat salah satu adegan, mahasiswa menyindir para pejabat di Aceh yang selalu berbicara kesuksesan pembangunan di depan para wartawan. Namun disaat bersamaan, para anak-anak Aceh menjerit dengan berbagai persoalan. “Anak pengulung menjerit tak bisa sekolah, anak-anak broken home menjerit karena ditelantarkan, dan anak-anak korban pelecehan seksual menjerit akibat hukum yang longgar,” kata salah seorang mahasiswi.

Para mahasiswa mengawali teatrikalnya dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, disusul lagu darah juang, dan terakhir teatrikal diiringi musikalisasi. Para mahasiswa menutup aksinya dengan membagikan balon pada anak-anak yang melintas bersama keluarganya. (wmn/habadyli)

Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top