WMN 2015 -- Sewon (31/1), Eduardo Gloria Sembiring (32) warga asal Medan Sumatera Utara itu kena getah akibat aksi kriminalnya. Pria yang indekos di Muja-muju UH II itu tidak menyangka menjual helm curiannya kepada korban pemilik helm.
Pemilik helm itu adalah Ihsan Tolibal Hilmi (23), mahasiswa warga Glondong Timbulharjo, Sewon, Bantul. "Korban curiga saat ditawari helm oleh tersangka kemudian lapor polisi," kata Kanit Reskrim Polsekta Umbulharjo, Ardi Hartana, Jumat (30/1).
Kasus pencurian helm itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat korban menaruh helm di atas motor yang diparkir depan warung makan Ayam Cobek Prabowo di Jalan Glagahsari, Umbulharjo. Saat itu tersangka juga memarkir helm di samping motor korban. Tersangka lantas keluar lebih dulu dari warung makan, lalu mengambil helm korban. Dua jam kemudian tersangka menawarkan helm kepada teman-teman indekosnya, termasuk korban yang indekos di sekitar indekos tersangka.
Ada dua helm yang ditawarkan korban, salah satunya adalah helm merk KYT seharga Rp300 ribu. Korban yang tertarik, mengenali ciri-ciri helm miliknya yang baru saja digondol maling. Tanpa ragu langsung melapor polisi. "Setelah ada laporan, kami langsung menangkap tersangka bersama barang bukti helm yang akan dijualnya kepada korban," kata Ardi. Tak cukup keterangan korban, polisi juga mendapatkan bukti tambahan atas aksi pencurian helm yang dilakukan tersangka. Yaitu dari kamera pengintai atau CCTV di depan warung makan Ayam Cobek Prabowo.
Dari hasil pemeriksaan polisi, tersangka ternyata sudah kedua kalinya mencuri helm dalam hari yang sama, masih di kawasan Jalan Glagahsari. Polisi menduga Eduargo juga terlibat sejumlah tindak kejahatan lainnya. Polisi pun menyita barang bukti dua helm, satu unit sepeda motor Yamaha Mio AB 6708 JH, tiga lembar STNK, tiga buah stempel, serta sejumlah KTP di indekos tersangka yang diduga digunakan tersangka untuk menipu. "Ada indikasi pelaku ini terlibat akasi kriminal lainnya, termasuk salah satu bukti yang mengarah pada modus penipuan yang masih kami dalami," kata Ardi.
Eduardo mengaku nekat mencuri helm untuk makan. Alumni Fakultas Ekonomi salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Yogyakarta itu tidak menyangka jika yang ditawari beli helm hasil curiannya itu adalah pemilik helm. “Saya tidak memperhatikan helm itu saya ambil dari siapa, tidak tahunya yang mau membeli helm malah pemiliknya sendiri. Mungkin lagi apes,” sesalnya. (wmn/tribun)
Pemilik helm itu adalah Ihsan Tolibal Hilmi (23), mahasiswa warga Glondong Timbulharjo, Sewon, Bantul. "Korban curiga saat ditawari helm oleh tersangka kemudian lapor polisi," kata Kanit Reskrim Polsekta Umbulharjo, Ardi Hartana, Jumat (30/1).
Kasus pencurian helm itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat korban menaruh helm di atas motor yang diparkir depan warung makan Ayam Cobek Prabowo di Jalan Glagahsari, Umbulharjo. Saat itu tersangka juga memarkir helm di samping motor korban. Tersangka lantas keluar lebih dulu dari warung makan, lalu mengambil helm korban. Dua jam kemudian tersangka menawarkan helm kepada teman-teman indekosnya, termasuk korban yang indekos di sekitar indekos tersangka.
Ada dua helm yang ditawarkan korban, salah satunya adalah helm merk KYT seharga Rp300 ribu. Korban yang tertarik, mengenali ciri-ciri helm miliknya yang baru saja digondol maling. Tanpa ragu langsung melapor polisi. "Setelah ada laporan, kami langsung menangkap tersangka bersama barang bukti helm yang akan dijualnya kepada korban," kata Ardi. Tak cukup keterangan korban, polisi juga mendapatkan bukti tambahan atas aksi pencurian helm yang dilakukan tersangka. Yaitu dari kamera pengintai atau CCTV di depan warung makan Ayam Cobek Prabowo.
Dari hasil pemeriksaan polisi, tersangka ternyata sudah kedua kalinya mencuri helm dalam hari yang sama, masih di kawasan Jalan Glagahsari. Polisi menduga Eduargo juga terlibat sejumlah tindak kejahatan lainnya. Polisi pun menyita barang bukti dua helm, satu unit sepeda motor Yamaha Mio AB 6708 JH, tiga lembar STNK, tiga buah stempel, serta sejumlah KTP di indekos tersangka yang diduga digunakan tersangka untuk menipu. "Ada indikasi pelaku ini terlibat akasi kriminal lainnya, termasuk salah satu bukti yang mengarah pada modus penipuan yang masih kami dalami," kata Ardi.
Eduardo mengaku nekat mencuri helm untuk makan. Alumni Fakultas Ekonomi salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Yogyakarta itu tidak menyangka jika yang ditawari beli helm hasil curiannya itu adalah pemilik helm. “Saya tidak memperhatikan helm itu saya ambil dari siapa, tidak tahunya yang mau membeli helm malah pemiliknya sendiri. Mungkin lagi apes,” sesalnya. (wmn/tribun)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.