WMN 2015 -- Yogyakarta (06/02), Rencananya, logo baru Yogyakarta akan diluncurkan bersamaan dengan peringatan 26 tahun penobatan Raja (jumenengan) Sri Sultan HB X pada Sabtu, 7 Maret 2015, sore.
Peluncuran ditandai dengan kirab kesenian ribuan warga yang menghantarkan logo baru dari Tugu Yogyakarta ke Keraton. "Ini akan jadi Pisowanan Agung Rakyat Yogyakarta untuk Rebranding Jogja," kata anggota Tim sebelas, Marzuki Muhammad.
Sri Sultan bahkan meminta langsung agar Bupati dan Walikota di DIY mengerahkan massa untuk menyemarakkannya. "Warga yang masih dekat dengan kota bisa hadir ke Alun-alun semua," ujar Sri Sultan. Peluncuran logo baru juga akan dibarengi dengan peluncuran sebuah gerakan masyarakat, Jogja Gumbregah. Gerakan ini sebagai simbol perubahan masyarakat dan peradaban Yogya ke arah lebih baik.
Itu diselaraskan dengan konsep Jogja Renaissance yang diciptakan Sri Sultan. Memuat cita-cita pembangunan Yogya di sembilan sektor yakni pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga serta sektor tata ruang dan lingkungan. "Ini saatnya Jogja Gumbregah (bangun). Mungkin nanti ditandai dengan kerja bakti di seluruh wilayah," kata Ketua Tim Sebelas Herry Zudianto. Dalam rangkaian seremonialnya, Sri Sultan akan menyampaikan sabdatama terkait gerakan Jogja Gumbregah. Selain itu, ada penyerahan penghargaan bagi warga yang menyumbangkan ide logo baru. (wmn/tribunjogja)
Peluncuran ditandai dengan kirab kesenian ribuan warga yang menghantarkan logo baru dari Tugu Yogyakarta ke Keraton. "Ini akan jadi Pisowanan Agung Rakyat Yogyakarta untuk Rebranding Jogja," kata anggota Tim sebelas, Marzuki Muhammad.
Sri Sultan bahkan meminta langsung agar Bupati dan Walikota di DIY mengerahkan massa untuk menyemarakkannya. "Warga yang masih dekat dengan kota bisa hadir ke Alun-alun semua," ujar Sri Sultan. Peluncuran logo baru juga akan dibarengi dengan peluncuran sebuah gerakan masyarakat, Jogja Gumbregah. Gerakan ini sebagai simbol perubahan masyarakat dan peradaban Yogya ke arah lebih baik.
Itu diselaraskan dengan konsep Jogja Renaissance yang diciptakan Sri Sultan. Memuat cita-cita pembangunan Yogya di sembilan sektor yakni pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga serta sektor tata ruang dan lingkungan. "Ini saatnya Jogja Gumbregah (bangun). Mungkin nanti ditandai dengan kerja bakti di seluruh wilayah," kata Ketua Tim Sebelas Herry Zudianto. Dalam rangkaian seremonialnya, Sri Sultan akan menyampaikan sabdatama terkait gerakan Jogja Gumbregah. Selain itu, ada penyerahan penghargaan bagi warga yang menyumbangkan ide logo baru. (wmn/tribunjogja)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.