0
WMN 2015 -- Wates (03/02), Pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) sejak diberlakukannya tarif nikah nol rupiah Juni 2014, terjadi lonjakan permintaan nikah. Bulan Desember merupakan jumlah terbanyak pernikahan di KUA.

Kepala KUA Wates Abdul Rohman SAg MA mengakui setelah adanya peraturan tersebut banyak permintaan nikah di dalam (KUA).

Semester I (Januari hingga Juni) 2014 terdapat pernikahan sebanyak 179, terdiri di KUA 28 dan di luar 151, sedangkan semester II (Juli hingga Desember) ada 177 pernikahan yang di KUA 63 dan di luar 114. "Dari semester I di KUA 28, setelah berlakunya nol rupiah nikah di KUA, naik dari 28 menjadi 63 pernikahan,"kata Abdul Rohman usai menjadi petugas pernikahan pasangan pengantin dari Sogan, Jumat (23/1).

Menurut Abdul Rohman, tahun 2014 terbanyak pernikahan pada bulan Desember, yakni sebesar 41, diantaranya yang di KUA 19. Sedangkan yang sepi adalah saat bulan Syura yakni bulan Juli hanya ada 4 pernikahan (1 di KUA dan 3 di luar). Nol rupiah nikah di KUA sangat meringankan masyarakat, dan mereka yang dari kondisi ekonomi kurang, sangat memanfaat kesempatan itu dengan baik.  "Karena bagi orang yang ekonomi masih belum baik, uang Rp 600 ribu berat apalagi harus dibayar sekaligus. Untuk itulah mereka banyak yang melalui jalur KUA saja. Pernikahan ini akan dilayani sesuai jam kerja dari Senin-Kamis 07.30 sampai 16.00, untuk Jumat hingga pukul 16.30," ujarnya.

Bulan Januari 2014, lanjut Abdul Rohman, sudah tercatat 24 pernikahan, meliputi di luar 15 dan 9 di KUA. Ternyata meski sudah nol rupiah di KUA, permintaan untuk menikah di luar KUA juga masih banyak, seperti di masjid, rumah maupun gedung. Hal itu dikarenakan diantaranya masih ada yang menganggap akad nikah di rumah atau masjid lebih prestige, di rumah sudah tersedia perabotannya sehingga tidak perlu repot-repot. Adapula yang karena adat tertentu agar bisa kumpul semua keluarga. "Di luar KUA pasangan calon pengantin (catin) harus membayar Rp 600 ribu, dan uang itu langsung ditransfer ke Dirjen Humas Islam Kementerian Agama, sehingga meringankan beban petugas. Pelaksanaan nikahnya tidak tergantung waktu, hari libur juga bisa," katanya.

Wulan dan Eko pasangan pengantin yang telah melakukan pernikahan di KUA Wates pada Jumat (23/1) senang sudah dapat terlaksana akad nikahnya dengan lancar. "Kami memilih di KUA selain gratis ya karena praktis saja, tidak perlu repot-repot menyiapkan tempat," ujar Eko usai akad nikah. (wmn/kr)

Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top