WMN 2015 -- Bantul (27/02), Di Dusun Mangunan Kecamatan Dlingo
Bantul, terdapat situs sejarah yang dikeramatkan warga. Situs Bengkung
namanya, dipercaya adalah tempat bertapa Sultan Agung Hanyakrakusuma,
raja Mataram Islam yang melegenda

Suwandi sang Juru Kunci menuturkan, menurut legenda, memang tempat ini dipercaya warga menjadi tempat bertapa Sultan Agung. Lokasi dipilih karena konon mengeluarkan aroma yang wangi. "Lokasi bertapa ini melalui proses pencarian. Konon katanya juga, di sini adalah tempat bertapa Kanjeng Sunan Kalijaga," ujarnya (22/02).
Dikisahkannya, usai menemukan lokasi pertapaan, ada salah satu anak buah Sultan Agung yang kehausan. Dengan kesaktiannya, Sultan Agung menancapkan kayu di bongkahan batu besar, sekitar 100 meter di atas lokasi pertapaan. Dari situ mengalir air yang kini menjadi sumber mata air Bengkung. "Sepanjang tahun airnya tidak pernah mati. Hanya saja alirannya mengecil pasca gempa 2006," jelasnya. Sumber mata air itu juga dikeramatkan. Ada sesajian bunga dan kemenyan di sekitarnya. "Lokasi ini dibangun oleh Belanda menjadi sumber air tahun 1925 sampai 1930. Dan sampai sekarang airnya terus dimanfaatkan, termasuk untuk sumber air keramat di Makam Imogiri,' imbuhnya.
Lokasi petilasan tempat bertapa sendiri cukup terawat, dibuatkan atap oleh Suwandi. Tiap malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon, menurutnya lokasi ini ramai peziarah. "Tempat ini belum terkenal untuk umum,
hanya peziarah dan orang-orang yang membutuhkan air," sambungnya. Meski demikian, menurutnya sudah ada upaya pemerintah untuk mengangkat lokasi ini menjadi cagar budaya. Ini akan satu 'paket' dengan Gunung Kendil tak terlalu jauh dari lokasi ini, yang memiliki petilasan kuno juga.
Untuk menuju kawasan ini tak terlalu sukar, cukup menempun jalur menuju Hutan Pinus Mangunan yang sudah relatif terkenal. Sebelumnya, ketika melewati menara / tower, segera berbelok ke kiri, melewati
jalan aspal rusak untuk menuju Bengkung. Untuk menemukan lokasi persisnya, bisa menanyakan kepada warga, karena memang tidak ada papan petunjuk yang tersedia. (wmn/kr)
Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.