والدين يزيلها الحسد
Hasud atau dengki adalah sikap batin yangtidak senang kepada orang lain yang mendapat kenikmatan, sekaligus mengharapkanhilangnya kenikmatan itu dari pemiliknya. Panyakit ini merupakan penyakittertua, karena sejak manusia pertama ada dimuka bumi, penyakit ini sudah ada.Kita ingat peristiwa dibunuhnya Habil oleh Qabil (putranya Nabi Adam) karenasifat dengki.
Dalam AlQur’an telah diperingatkan oleh Allah:
وَلاَ تَتَمَنَّوْاْ مَا فَضَّلَ اللّهُ بِهِبَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ
”Janganlah kamu iri hati terhadap apa yangdikaruniakan Allah kepada sebagian orang lain lebih banyak dari sebagian yanglain” (Annisa 32)
Hadis Rasulullah SAW memperingatkan:
الحسديأكل الحسنات كما تأكل النار الخطب
Hasud itu memakan/menghilangkan kebaikansebagimana api membakar kayu yang kering”(HR. Ibnu Majah)
PENGOBATAN PENYAKIT HASAD
Sifat hasad merupakan bentuk penentangan terhadap ketetapan dan pembagianAllah kepada para hamba-Nya. Dengan demikian, hasad merupakan tindakan yangdapat mewariskan siksa, kesedihan, kegalauan yang berkepanjangan. Hasad akanmembawa berbagai dampak negatif bagi dirinya sendiri, baik di dunia dan diakhirat. Berikut ini beberapa terapipenyembuhan penyakit ini :
Pertama,
Dengan amal perbuatan yang bermanfaat,
yaitumelakukan kebalikan dari perbuatan-perbuatan negatif yang muncul sebagai akibatdari sifat hasad. Hal ini diisyaratkan Allah ta’ala dalam firman-Nya,
ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِيبَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orangyang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi temanyang sangat setia.(Fushshilat: 34).
Jika sifat hasadmendorongnya untuk mencemarkan dan memfitnah orang yang didengkinya, maka iaharus memaksakan lidahnya untuk memberikan pujian kepada orang tersebut.
Jika sifat hasad mendorongya untuk bersikap sombong, maka ia harus memaksadirinya untuk bersikap tawadhu’ kepada orang yang didengkinya, memuliakan, danberbuat baik kepadanya.
yaitumelakukan kebalikan dari perbuatan-perbuatan negatif yang muncul sebagai akibatdari sifat hasad. Hal ini diisyaratkan Allah ta’ala dalam firman-Nya,
ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِيبَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orangyang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi temanyang sangat setia.(Fushshilat: 34).
Jika sifat hasadmendorongnya untuk mencemarkan dan memfitnah orang yang didengkinya, maka iaharus memaksakan lidahnya untuk memberikan pujian kepada orang tersebut.
Jika sifat hasad mendorongya untuk bersikap sombong, maka ia harus memaksadirinya untuk bersikap tawadhu’ kepada orang yang didengkinya, memuliakan, danberbuat baik kepadanya.
Kedua,
Meneliiti sebab dan mengobatinya :
sifat sombong diobati dengan sifat tawadhu‘, penyakit hauskedudukan dan jabatan diobati dengan sifat zuhud, sifat tamak (rakus)diobati dengan sifat qana’ah dan berinfak, dst.
وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْعَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌمِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَبِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepadasebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain, (karena) bagi oranglaki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita(pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allahsebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (An Nisa: 32).
sifat sombong diobati dengan sifat tawadhu‘, penyakit hauskedudukan dan jabatan diobati dengan sifat zuhud, sifat tamak (rakus)diobati dengan sifat qana’ah dan berinfak, dst.
وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْعَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌمِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَبِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepadasebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain, (karena) bagi oranglaki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita(pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allahsebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (An Nisa: 32).
Ketiga,
Bersandar kepada Allah,
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَاوَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَاغِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Ya Rabb Kami, berikanlahampunan kepada Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dariKami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadaporang-orang yang beriman. Ya Rabb Kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagiMaha Penyayang.” (QS.Al-Hasyr: 10)
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَاوَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَاغِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Ya Rabb Kami, berikanlahampunan kepada Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dariKami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadaporang-orang yang beriman. Ya Rabb Kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagiMaha Penyayang.” (QS.Al-Hasyr: 10)
Keempat,
Banyak mengingat mati.
Abud Darda ramengatakan,
من أكثر ذكر الموت قل فرحه وقلحسده
“Seorang yang memperbanyak mengingat mati, niscaya akan sedikit girangnyadan sedikit pula sifat hasadnya” [HilyatulAuliya 1/220].
Abud Darda ramengatakan,
من أكثر ذكر الموت قل فرحه وقلحسده
“Seorang yang memperbanyak mengingat mati, niscaya akan sedikit girangnyadan sedikit pula sifat hasadnya” [HilyatulAuliya 1/220].
Kelima,
Selalu Memandang Orang Yang Ada di Bawah. Fudhail bin Iyadh ra mengatakan, “Tidaklah seseorangmencintai kekuasaan, melainkan pasti ia merasa iri dan dengki terhadaplawannya, suka mencari-cari aib orang lain, dan tidak suka bila kebaikanlawannya disebut-sebut.”
Rasulullah saw bersabda:
اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَأَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُأَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ.
“Pandanglah orang yang berada di bawah kalian (dalam masalah harta dandunia) dan janganlah kalian memandang orang yang berada di atas kalian. Karenayang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yangtelah dilimpahkan kepada kalian.” (H.R.Muslim)
HASAD YANG DIPERBOLEHKAN
DariAbu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
لاَ حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ:رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ القُرْآنَ، فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَآنَاءَالنَّهَارِ، فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ، فَقَالَ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَاأُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًافَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الحَقِّ، فَقَالَ رَجُلٌ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَاأُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ
“Tidak ada (sifat)iri (yang terpuji) kecuali pada dua orang: seorang yang dipahamkan oleh Allahtentang al-Qur-an kemudian dia membacanya di waktu malam dan siang hari, lalusalah seorang tetangganya mendengarkan (bacaan al-Qur-an)nya dan berkata:“Duhai kiranya aku diberi (pemahaman al-Qur-an) seperti yang diberikan kepadasi Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan seperti (membaca al-Qur-an) sepertiyang diamalkannya. Dan seorang yang dilimpahkan oleh Allah baginya harta (yangberlimpah) kemudian dia membelanjakannya di (jalan) yang benar, lalu ada oranglain yang berkata: “Duhai kiranya aku diberi (kelebihan harta) seperti yangdiberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan (bersedekah di jalanAllah) seperti yang diamalkannya” (HR. Al-Bukhari).
Rasulullah saw bersabda:
اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَأَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُأَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ.
“Pandanglah orang yang berada di bawah kalian (dalam masalah harta dandunia) dan janganlah kalian memandang orang yang berada di atas kalian. Karenayang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yangtelah dilimpahkan kepada kalian.” (H.R.Muslim)
HASAD YANG DIPERBOLEHKAN
DariAbu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
لاَ حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ:رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ القُرْآنَ، فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَآنَاءَالنَّهَارِ، فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ، فَقَالَ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَاأُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًافَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الحَقِّ، فَقَالَ رَجُلٌ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَاأُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ
“Tidak ada (sifat)iri (yang terpuji) kecuali pada dua orang: seorang yang dipahamkan oleh Allahtentang al-Qur-an kemudian dia membacanya di waktu malam dan siang hari, lalusalah seorang tetangganya mendengarkan (bacaan al-Qur-an)nya dan berkata:“Duhai kiranya aku diberi (pemahaman al-Qur-an) seperti yang diberikan kepadasi Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan seperti (membaca al-Qur-an) sepertiyang diamalkannya. Dan seorang yang dilimpahkan oleh Allah baginya harta (yangberlimpah) kemudian dia membelanjakannya di (jalan) yang benar, lalu ada oranglain yang berkata: “Duhai kiranya aku diberi (kelebihan harta) seperti yangdiberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan (bersedekah di jalanAllah) seperti yang diamalkannya” (HR. Al-Bukhari).
Penulis:
H.Untung Santosa
(Wakil Ketua PDM Gunungkidul)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.