0
WMN 2015 -- Paliyan (17/05), Berlatar belakang keprihatinan terhadap Masjid yang minim aktivitas atau bahkah vakum, Ikatan Remaja Masjid se- Desa Karangduwet (IRM Karangduwet) mengadakan Pelatihan Kepemimpinan bagi Remaja Masjid di lingkup kelurahan Karangduwet. Berhentinya proses kaderisasi dan terputusnya alur regenerasi yang diakibatkan banyak kalangan muda yang melanjutkan kuliah atau merantau setelah lulus SMA juga membuat aktivitas keremajaan di Masjid menjadi sepi.


Keadaan ini hanya menyisakan kegiatan yang seadanya dan nyaris tidak terorganisir dengan baik. Dibawah pembinaan dari P2A Karangduwet, IMMIKA memecah kebekuan Remaja Masjid ini dengan bentuk Pelatihan Kepemimpinan. Menyadari bahwa bukan sekedar pengetahuan tentang manajemen organisasi semata untuk membangkitkan geliat Remaja Masjid, namun juga urgensi keberadaan pelopor gerakan, maka menumbuhkan jiwa Kepemimpinan dalam Remaja Masjid maka Pelatihan Kepemimpinan menjadi sebuah prioritas.

Pelatihan Kepemimpinan ini memuat materi Kepemimpinan dalam Islam, Peran dan Fungsi Remaja Masjid, Struktur Remaja Masjid, Team Building/dinamika kelompok yang dikemas dengan konsep outbond, dan ditutup dengan penyusunan rencana yang akan dilakukan di Masjid masing-masing peserta. Pelatihan yang dibuka di Masjid Baiturrahim ini, menggunakan balai Mitsui Sumitomo di BKSDA Paliyan, sebagai ruang kelas. Dilanjutkan tracking dan outbond dari bukit Sodong sampai hutan Blondo, dan berakhir kembali di Masjid Baiturrahim dengan evaluasi & penutupan. Materi Kepemimpinan dalam Islam disampaikan oleh Ustadz Ari Siswanto yang merupakan salah satu tokoh Islam di Karangduwet. Materi ini disampaikan dengan lugas melebihi 45 menit yang disediakan panitia sebab antusiasme interaktif peserta. Setelah istrirahat minum teh & snack, Ustadz Junendra yang merupakan Auditor Badko TPA DIY, dengan memberikan materi Peran Remaja Masjid. Tak tampak penurunan atensi dari peserta, karena Ustadz Junendra membawakan materi dengan aksen khasnya yang memang sering tampil dalam gelaran dongeng Islami bersama Kak Bimo.

Materi ketiga tentang Struktur Remaja Masjid, disampaikan oleh Ustadz Wahyudi Syakuri, Spd.I. Mudir Muhammadiyah Boarding School Wonosari ini mengawali pemaparan dengan Ice Breaking dan renungan tentang fenomena remaja & jamaah. Jam kelas yang menunjukkan tengah hari tidak menyurutkan antusiasme peserta pelatihan yang merupakan perwakilan dari 18 masjid yang ada di Karangduwet. Peserta tidak sekedar disuguhi teori namun juga diceritakan pengalaman Ustadz Wahyudi Syakuri memiliki rekam organisasi panjang, seperti menghidupkan Remaja Masjid,menjadi aktivis Jangkar Islam, sampai sekarang yang menjabat sebagai Ketua Bidang Dakwah di jajaran Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Gunungkidul, dengan program unggulannya mencetak 100 Mubaligh Muda di Gunungkidul.

Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di masjid masing-masing peserta, disusun setelah menerima materi kelas. Terjadi interaksi saling bertukar pengalaman diantara peserta, membuat suasana menjadi dinamis. Banyak strategi-strategi baru dalam menggembirakan kegiatan Remaja Masjid bagi sebagian peserta dari cerita-cerita peserta yang lainnya. Panitia kemudian membuat rekap rencana yang telah disusun masing-masing kelompok, sebagai bahan monitoring & evaluasi dalam upaya pembinaan Remaja Masjid. Acara yang dikemas semi lapangan dan mengambil lokasi di Balai Konservasi Sumber Daya Alam Paliyan ini dilanjutkan dengan tracking dan outbond sebagai media melatih tentang dinamika kelompok & team building. Bermula dari Pos Polsushut atau Jagawana di bukit Sodong, dengan pembekalan tentang sandi, kode perjalanan dan soal tertulis yang harus diselesaikan ketika memasuki finish di Masjid Baiturrahim. Peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 6 atau 7 orang. Total perjalanan yang ditempuh adalah 5 KM dengan jalan kaki. Melewati 3 pos lapangan yang terdapat permainan leadership & team building, di setiap posnya. Permainan tersebut meliputi “membalik terpal”, “spider web”, & “finding the right way”.

Sesampai garis finish di Masjid Baiturrahim, setiap kelompok melaporkan semua dinamika perjalanan dan nilai-nilai yang bisa diambil hikmahnya dalam setiap tahap perjalanan yang dilalui, yang dibagi dalam pos-pos outbond. Beberapa sempat tersesat sampai didahului kelompok berikutnya, dan setiap kesalahan dan kegagalan juga menjadi pelajaran yang lebih terkenang. Setiap kelompok dievaluasi dan diberikan penekanan-penakanan prinsip kepemimpinan dan gerak jamaah yang mungkin dilewatkan dalam memahami.

Alhamdulillah tidak ada kejadian kecelakaan dan cidera sepanjang kegiatan di alam bebas. Rekayasa jadwal memang menjadi kesepakatan panitia sebelum sehari sebelumnya sempat hujan deras. Penanggungjawab kegiatan luar ruangan melakukan rapid assessment setelah hujan dan memang hasilnya tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di awal pelatihan. Ditemukan resiko terjadinya kecelakaan dan cidera, juga kondisi pakaian yang kotor sehingga berresiko mengganggu sesi materi kelas dan shalat. Dengan meminta kesediaan pemateri, akhirnya jadwal kegiatan alam bebas diputuskan untuk dilaksanakan di akhir pelatihan. Di samping itu, panitia juga meminta bantuan dari Korps Suka Rela PMI Gunungkidul (pos relawan Paliyan), untuk menjadi backup kegiatan sebagai antisipasi terhadap resiko yang ada.

Usai shalat ashar berjamaah di Masjid Baiturrahim, acara ditutup dengan sebelumnya dibuka interaksi antara peserta dan panitia untuk kritik dan saran, juga evaluasi kegiatan secara umum. Sepanjang pelatihan ini, Immika sebagai penyelenggara, berhasil menangkap beberapa kader potensial yang bisa melanjutkan kepemimpinan dalam gerak jamaah dan dakwah jamaah dalam lingkup Remaja Masjid di Karangduwet. ”Ojo leren tumindak apik, ojo leren ngajak apik” (wmn/bayu)

Galeri foto:




 























Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top