WMN 2015 -- Makna khalifatullah adalah wakil/pengganti (sulih sariro = jawa) Allah. Allah adalah pemilik mutlak kekuasaan di langit dan di bumi
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير
"Katakanlah: 'Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." – (QS.3:26)
Allah yang mengurus, mengatur dan memelihara alam semesta, bahkan tiada seekorpun binatang melata kecuali Allah yang mejamin rizkinya.
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
"Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi, melainkan Allah-lah yang memberi rejekinya,– (QS.11:6)
Allah ‘mendelegasikan’ sebagian kekuasaannya itu kepada manusia sebagai khalifahtullah. Maka seorang Lurah adalah ‘khalifatullah’ yang diberi amanah kekuasaan oleh Allah untuk mengurus, mengatur dan memelihara desanya (mangayu hayuning bawono), sehingga ia bisa memastikan bahwa tidak seorangpun rakyatnya kecuali telah terjamin rizkinya (kesejahteraannya). Lurah sebagai khalifatullah akan mempertanggung jawabkan ‘kekhalifahannya’ kepada Si Pemberi Amanah Allah SWT.
Jangan sampai ada seorangpun pemimpin (Ketua RT, Dukuh, Lurah dst) yang tidak mengakui dirinya sebagai khalifatullah yang diberi amanah kekuasaan dari Allah. Dia beranggapan bahwa kekuasaan itu mutlah miliknya sendiri. Naudzubillah.
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير
"Katakanlah: 'Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." – (QS.3:26)
Allah yang mengurus, mengatur dan memelihara alam semesta, bahkan tiada seekorpun binatang melata kecuali Allah yang mejamin rizkinya.
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
"Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi, melainkan Allah-lah yang memberi rejekinya,– (QS.11:6)
Allah ‘mendelegasikan’ sebagian kekuasaannya itu kepada manusia sebagai khalifahtullah. Maka seorang Lurah adalah ‘khalifatullah’ yang diberi amanah kekuasaan oleh Allah untuk mengurus, mengatur dan memelihara desanya (mangayu hayuning bawono), sehingga ia bisa memastikan bahwa tidak seorangpun rakyatnya kecuali telah terjamin rizkinya (kesejahteraannya). Lurah sebagai khalifatullah akan mempertanggung jawabkan ‘kekhalifahannya’ kepada Si Pemberi Amanah Allah SWT.
Jangan sampai ada seorangpun pemimpin (Ketua RT, Dukuh, Lurah dst) yang tidak mengakui dirinya sebagai khalifatullah yang diberi amanah kekuasaan dari Allah. Dia beranggapan bahwa kekuasaan itu mutlah miliknya sendiri. Naudzubillah.
Ditulis oleh:
H. Untung Santosa
(Wakil Ketua PDM Gunungkidul)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.