WMN 2015 -- Berikut ini paparan dan tulisan sekitar takfiri Iran sebagai pengembang agama Mitra Persia, ternyata banyak diantara anak anak bangsa yang tergiur dengan pola agama Mitra yang disebarkan dengan mendompleng kebesaran nama “Ahlul Bait”.
Misalnya seperti IJABI dan ABI, kedua duanya adalah jembatan mas penyebaran agama persia lama, ketika Mitra (matras) bersinergi dengan paganisme lainnya dari politheisme (12 pembantu tuhan) asal agama yang lahir ribuan tahun sebelum Yesus lahir di Batlehem. Dari agama Mitra inilah kemudian dikemas dengan nama nama Ahlul bait, ternyata adalah berhala berhala kaum Persia.
Dendam musuh musuh Islam Persia, ketika penaklukan Persia oleh Islam memang membuahkan dendam persia, untuk merusak Islam dari luar dan dalam, dan diantara salah satunya mencampur adukkan ajaran Islam dan ajaran Mitra yang terkikis sejak runtuhnya dinasti Persia yang berhaluan berhala Mitra. Adopsi 12 pembantu tuhan sengaja disandarkan pada ahlul bait agar dengan mudah bisa mempengaruh umat Islam lebih lebih luas. Untuk membuktikan keberadaan Mitra baru yang dibalut 12 Imam ini, memang perlu dilihat dari sikap penganut Itsna asyriyah apakah mereka membela Islam atau agama Persia.
“Kita tidak bisa membayangkan kebesaran Imam Husein. Langit dan bumi diciptakan untuk Imam Husein. Arsy Allah adalah sandal di kakinya Imam Husein” (detik 01:31)
Perkataan pendeta pendeta Syiah ini menggambarkan manusia yang dituhankan mereka, kultus paganisme yang menodai agama dan pelakunya. Bukan saja terkandung hinaan kepada Husein, tetapi juga Allah sendiri menjadi sasaran penghinaan Syiah Iran. Keyakinan paganis seperti ini hanya bisa lahir dari manusia yang biasa hidup dalam wilayah politheisme, dinamisme dan animisme, sebagai paham paham membedakan tuhan, buat sesembahan. Tidaklah heran kalau keyakinan di Iran tidak ada bedanya dengan masa lalu, masih berkutat pada keyakinan Imam dan dinasti kepemimpinan spiritual. Kalau Iran mengangkat “Wilayah”, dilanjutkan merakayasa “suarat al Wala’ atau Wilayah” sebagai bagian dari Quran mereka, tentu karena bentuk ketuhan persia lama Iran juga mematok wilayah dewa dewa, sekelas Yunani atau Athena.
“Jika Hari Kiamat telah tiba didatangkanlah sebuah mimbar yang dilihat oleh semua makhluk, seorang laki-laki berdiri di atasnya, satu malaikat berdiri di samping kanannya dan satu malaikat lagi berdiri di samping kirinya.
Malaikat yang di samping kananya menyeru dan berkata, ‘Wahai semua makhluk, inilah Ali bin Abi Thalib sang pemilik Surga, ia memasukkan ke dalam surga siapa saja yang ia kehendaki’, kemudian Malaikat yang di samping kirinya menyeru dan berkata, ‘Wahai semua makhluk, inilah Ali bin Abi Thalib sang pemilik Neraka, ia memasukkan ke dalam Neraka siapa saja yang ia kehendaki’.”
Coba bagaimana Syiah menposisikan Ali bin Abi Thalib lebih dari tuhan, toh bukankah hal ini sama dengan keterlibatan banyak tuhan persia yang diciptakan mereka. Tidak tersembunyi lagi dari kebencian mereka kepada Islam, hingga harus menyamakan Ali bin Abi Thalib sebagai Tuhan yang berhak menentukan nasib manusia di dunia. Layaknya Kristen mempertuhankan Yesus, maka Syiah tuhannya tidak hanya satu, tetapi 12 orang, bahkan mungkin lebih, wajar saja kalau mereka takfir terhadap semua umat Islam.
Ketika ditimpa mushibah, Kaum Muslimin mengucapkan (Istirja’) :
انا لله وانا اليه راجعون
Innaa Lillaahi Wa Innaa ilai-HI Raaji’uun
Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kami kembali
Namun para pemeluk agama Syi’ah justru mengucapkan :
انا للحسين وانا اليه راجعون
Innaa Lil-Husaini Wa Innaa ilaihi Raaji’uun
Sesungguhnya kami adalah milik Al-Husain, dan kepadanya (Al-Husain) lah kami kembali
Dan berikut adalah video ulama Syi’ah, Ayatusy-SYAITHAN Ridhwan Darwisy yang begitu lebih terang-terangan dan lebih lantang mengucapkan istirja’ syirik tersebut dengan menambahkan sbb :
Ucapan ucapan Istirja ajaran Syiah ini merupakan bukti kejahatan Syiah atau Persia, atau Iran terhadap Islam. Tujuannya adalah agar umat Islam meninggalkan Islam, dan bergabung dengan Iran membesarkan agama Mitra sebagai bentuk tujuan besarnya : Persia Raya babak kedua.
Dendam musuh musuh Islam Persia, ketika penaklukan Persia oleh Islam memang membuahkan dendam persia, untuk merusak Islam dari luar dan dalam, dan diantara salah satunya mencampur adukkan ajaran Islam dan ajaran Mitra yang terkikis sejak runtuhnya dinasti Persia yang berhaluan berhala Mitra. Adopsi 12 pembantu tuhan sengaja disandarkan pada ahlul bait agar dengan mudah bisa mempengaruh umat Islam lebih lebih luas. Untuk membuktikan keberadaan Mitra baru yang dibalut 12 Imam ini, memang perlu dilihat dari sikap penganut Itsna asyriyah apakah mereka membela Islam atau agama Persia.
Penghinan Imam Imam Iran Terhadapa Arasy Allah
“Surga, Bumi, Kursi, Arsy (Singgasana Allah), Pena (Qalam), semua kerajaan yang meliputi seluruh lapisan langit dan juga Bumi yang besar ini tidak sebanding dengan tali sandal dari Ali bin Abi Thalib” (detik 00:58-01:00).“Kita tidak bisa membayangkan kebesaran Imam Husein. Langit dan bumi diciptakan untuk Imam Husein. Arsy Allah adalah sandal di kakinya Imam Husein” (detik 01:31)
Perkataan pendeta pendeta Syiah ini menggambarkan manusia yang dituhankan mereka, kultus paganisme yang menodai agama dan pelakunya. Bukan saja terkandung hinaan kepada Husein, tetapi juga Allah sendiri menjadi sasaran penghinaan Syiah Iran. Keyakinan paganis seperti ini hanya bisa lahir dari manusia yang biasa hidup dalam wilayah politheisme, dinamisme dan animisme, sebagai paham paham membedakan tuhan, buat sesembahan. Tidaklah heran kalau keyakinan di Iran tidak ada bedanya dengan masa lalu, masih berkutat pada keyakinan Imam dan dinasti kepemimpinan spiritual. Kalau Iran mengangkat “Wilayah”, dilanjutkan merakayasa “suarat al Wala’ atau Wilayah” sebagai bagian dari Quran mereka, tentu karena bentuk ketuhan persia lama Iran juga mematok wilayah dewa dewa, sekelas Yunani atau Athena.
Fatimah Itsri Tuhan ?
Luar biasa produk keyakinan Iran ini, nyata masih bernostalgia dengan agama lamanya “Mitra”, sebagai bukti adalah perkataan salah satu pendeta Syiah yang menganalogikan Maryam dan Fatimah, dia menyebutkan kalau Maryam meskipunn berkali kali disebut Quran, namun status Maryam tidak lebih dari pembantu Fatimah, atau dayang dayang dari Fatimah sebagai Istri Tuhan. :” Pendeta Syiah ini mengartikan nama maryam dengan KHADIMAH/PEMBANTU menganalogikan dengan seorang raja yang memliki istri dan pembantu. Jika istri raja disebutkan di depan khalayak maka sang raja akan marah. tapi kalau pembantu disebutkan di depan umum kalau dia melakukan ini dan itu, maka raja tidak akan marah. Anolagi Sesat mereka memberikan bukti betapa keyakinan di Iran itu memang bukan produk agama Islam, tetapi Asli warisan peninggalan agama Mitra.Imam Imam Syiah Tuhan Yang Ke berapa ?
Memang perlu umat Islam mengenal tuhan Syiah itu siapa saja diantaranya, terlalu nista kalau kita sekedar memhami syiah bersyahadat, karena syahadat ghamus merekan lebih pada usaha memurtadkan umat Islam dengan memeluk agama Syiah. Imam Imam Syiah adalah bagian dari syahadat yang dikembangkan oleh Syiah sendiri. Mereka sengaja melakukan talbis terhadap syahadat Islam, bertujuan memudahkan pengaruhnya dikalangan orang Islam. Padahal mereka tidak lebih dari penampilan orang munafiq, berpura pura Islam, sedangkan hati mereka adalah penganut agama Iblis di Persia. Di Dalam buku “Ilal Asy-Syara’i” karya seorang ulama Syiah yang sangat masyhur, Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Husain bin Babawaih Al-Qummi yang wfat tahun 381 H, terdapat teks berikut ini:“Jika Hari Kiamat telah tiba didatangkanlah sebuah mimbar yang dilihat oleh semua makhluk, seorang laki-laki berdiri di atasnya, satu malaikat berdiri di samping kanannya dan satu malaikat lagi berdiri di samping kirinya.
Malaikat yang di samping kananya menyeru dan berkata, ‘Wahai semua makhluk, inilah Ali bin Abi Thalib sang pemilik Surga, ia memasukkan ke dalam surga siapa saja yang ia kehendaki’, kemudian Malaikat yang di samping kirinya menyeru dan berkata, ‘Wahai semua makhluk, inilah Ali bin Abi Thalib sang pemilik Neraka, ia memasukkan ke dalam Neraka siapa saja yang ia kehendaki’.”
Coba bagaimana Syiah menposisikan Ali bin Abi Thalib lebih dari tuhan, toh bukankah hal ini sama dengan keterlibatan banyak tuhan persia yang diciptakan mereka. Tidak tersembunyi lagi dari kebencian mereka kepada Islam, hingga harus menyamakan Ali bin Abi Thalib sebagai Tuhan yang berhak menentukan nasib manusia di dunia. Layaknya Kristen mempertuhankan Yesus, maka Syiah tuhannya tidak hanya satu, tetapi 12 orang, bahkan mungkin lebih, wajar saja kalau mereka takfir terhadap semua umat Islam.
Bukti Kekafiran Syiah, Husain Tempat Kembali Manusia
“Istirja” cara mengucapkan kalimat bagi yang ditimpa musibah model Syiah ini terdapat dalam sebuah kajian Syiah di Video penyebaran agama Syiah. Tokoh tokoh Syiah lancang dan berani merobah Istirja Islam menjadi Istirja’ Syiah yang tidak saja menyesatkan tetapi juga mengeluarkan penganutnya dari agama tauhid, meskipun bersayahadat, karena syahadat mereka yang mengucapkan kalimat Istirja’ ini batal keislamannya menurut syar’i.Ketika ditimpa mushibah, Kaum Muslimin mengucapkan (Istirja’) :
انا لله وانا اليه راجعون
Innaa Lillaahi Wa Innaa ilai-HI Raaji’uun
Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kami kembali
Namun para pemeluk agama Syi’ah justru mengucapkan :
انا للحسين وانا اليه راجعون
Innaa Lil-Husaini Wa Innaa ilaihi Raaji’uun
Sesungguhnya kami adalah milik Al-Husain, dan kepadanya (Al-Husain) lah kami kembali
Dan berikut adalah video ulama Syi’ah, Ayatusy-SYAITHAN Ridhwan Darwisy yang begitu lebih terang-terangan dan lebih lantang mengucapkan istirja’ syirik tersebut dengan menambahkan sbb :
Innaa lil-Husaini Wa Innaa ilal Husaini Raaji’uun
Innaa Li Muhammadi Al-Musthafa Wa Innaa Li Muhammadi Al-Musthafa Raaji’uun
Innaa Li Az-Zahra Wa Innanaa ilaa Az-Zahra Raaji’uun
Innanaa Lil-Hasan Wa Innaa ilal Hasan Raaji’uun
Innanaa Li Hadhrati Al-Murtadha ‘Ali Wa Innaa ilaa Hadhrati Al-Murtadha ‘Ali Raaji’uun
Ucapan ucapan Istirja ajaran Syiah ini merupakan bukti kejahatan Syiah atau Persia, atau Iran terhadap Islam. Tujuannya adalah agar umat Islam meninggalkan Islam, dan bergabung dengan Iran membesarkan agama Mitra sebagai bentuk tujuan besarnya : Persia Raya babak kedua.
Tuhan Lain dari Syiah
Ternyata kedudukan Imam dimata Syiah atau Imam menempatkan Imam itu sendiri sebagai tuhan, memastikan kalau Tuhan Syiah itu bukan Allah Subhana Wataala. Tetapi para Imam yang lebih kuasa dari yang menciptakan Imam Itu sendiri. Samahah Ayatullah Al-Faqih Muhammad Ridha Asy-Syirazi (Gelar ini sangat tidak pantas bagi seorang yang mengajarkan kesyirikan kepada umat).
“Ketika kita masuk, berdoa dan meminta kebutuhan kita secara pribadi dan masyarakat dengan pandangan seperti ini, jika anda menyebut Imam, yang di ditangannyalah alam ini (dikendalikan), atas kehendaknyalah segala sesuatu (terjadi atau tidak terjadi), dan jika dia mengatakan ‘kun/jadilah’ maka itu akan jadi seketika“ Nah ucapan apa ini, ucapan orang bertauhidkah atau ucapan Iman orang orang Syiah laknatullah ‘alaihim. Mereka menyebutkan bahwa meyakini Imam dan mengatakan seperti kalimat tertulis tersebut bisa mengabulkan doa, yang menunjuk otoritas Imam Syiah yang meliputi wilayah ketuhanan. Tidak ada bedanya dengan keyakinan Persia masa lalu ketika masih marak dengan mempertuhankan berhala berhala yang memiliki kedudukan sebagaimana hari dari orang orang Iran yang memposisikkan imamnya sesuai kemauan Imamnya.
Muhammad bin Muslim, ia berkata: Saya mendengar Abu Abdillah alaihis salam berkata: Sesungguhnya Allah azza wa jalla memiliki ciptaan dari rahmat-Nya, Dia menciptakan mereka dari cahaya-Nya, dan rahmat-Nya dari rahmat-Nya untuk rahmat-Nya, mereka semua adalah mata Allah yang melihat, telinga-Nya yang mendengar dan lisan-Nya yang berbicara dalam ciptaan-Nya dengan izin-Nya. Para pemegang amanah-Nya dari apa yang Dia turunkan berupa dalil, peringatan dan hujjah, karena merekalah Dia menghapus keburukan-keburukan, karena merekalah Dia menolak kelaliman, karena merekalah Dia menurunkan rahmat, karena merekalah Dia menghidupkan orang mati, karena merekalah Dia mematikan orang hidup, karena merekalah Dia menguji makhluk-Nya, dan karena merekalah Dia menghakimi makhluk-Nya. Saya bertanya: Saya jadi tebusanmu, siapa mereka itu? ia menjawab: Para penerima wasiat (Imam-imam Syiah). [Sumber: Kitab At-Tauhid, Karya Muhammad Ali Ash-Shaduq, Darul Ma’rifat, Beirut]
Sumber tersebut menyebutkan bagimana Syiah menempatkan para Imam sebagai kunci kesuksesan doa, kalau boleh dikatakan, Tuhan tidak memiliki kehendak kecuali kehendak Imam Imam Syiah. Kalau bukan kekafiran kalimat ini, tentu bisa disebut sebagai agama lain dari Islam.
Kepada Tuhannyalah mereka melihat.
ULAMA SYIAH MENAFSIRKANNYA KATA ‘ROBBIHA’
Ali Namazi Shahrodi mengatakan dalam” Ithbat wilayat takwiniya“: “Mungkin Rabb dalam ayat ini mengacu pada Muhammad (S) atau Ali (as), orang mukmin akan melihat ke arah mereka pada hari penghakiman.”
Tuhan Tunduk Pada Kemauan Para Imam
Ini sangat aneh, karena tuhan berkehendak sesuai dengan kehendak Imam Imam Syiah, manusia yang diunggulkan oleh syiah ini adalah manusia yang punya batas hidup, makan dan buang kotoran, bisa sakit dan masih memerlukan tabib atau para dokter. Tetapi dimata Syiah ternyata tak ada bedanya dengan para pengikut Yesus yang menempatkan Yesus sebagai kehendak. Dalam Syiah Imam Imam derajatnya lebih tinggi dari tuhan itu sendiri, karena sanggup memerintah dan memberikan komando kepada Tuhan untuk menjalankan kemauan mereka. Hanya orang sinting dan perlu dioprasi akalnya yang bisa berpikir layaknya Syiah ini, atau sudah biasa hidup dalam agama paganis.Muhammad bin Muslim, ia berkata: Saya mendengar Abu Abdillah alaihis salam berkata: Sesungguhnya Allah azza wa jalla memiliki ciptaan dari rahmat-Nya, Dia menciptakan mereka dari cahaya-Nya, dan rahmat-Nya dari rahmat-Nya untuk rahmat-Nya, mereka semua adalah mata Allah yang melihat, telinga-Nya yang mendengar dan lisan-Nya yang berbicara dalam ciptaan-Nya dengan izin-Nya. Para pemegang amanah-Nya dari apa yang Dia turunkan berupa dalil, peringatan dan hujjah, karena merekalah Dia menghapus keburukan-keburukan, karena merekalah Dia menolak kelaliman, karena merekalah Dia menurunkan rahmat, karena merekalah Dia menghidupkan orang mati, karena merekalah Dia mematikan orang hidup, karena merekalah Dia menguji makhluk-Nya, dan karena merekalah Dia menghakimi makhluk-Nya. Saya bertanya: Saya jadi tebusanmu, siapa mereka itu? ia menjawab: Para penerima wasiat (Imam-imam Syiah). [Sumber: Kitab At-Tauhid, Karya Muhammad Ali Ash-Shaduq, Darul Ma’rifat, Beirut]
Sumber tersebut menyebutkan bagimana Syiah menempatkan para Imam sebagai kunci kesuksesan doa, kalau boleh dikatakan, Tuhan tidak memiliki kehendak kecuali kehendak Imam Imam Syiah. Kalau bukan kekafiran kalimat ini, tentu bisa disebut sebagai agama lain dari Islam.
Tafsir Palsu Syiah Dalam Rangka Memurtadkan Umat Islam
QURAN SURAT AL QIYAMAH AYAT 22-23
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ
إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.Kepada Tuhannyalah mereka melihat.
ULAMA SYIAH MENAFSIRKANNYA KATA ‘ROBBIHA’
Ali Namazi Shahrodi mengatakan dalam” Ithbat wilayat takwiniya“: “Mungkin Rabb dalam ayat ini mengacu pada Muhammad (S) atau Ali (as), orang mukmin akan melihat ke arah mereka pada hari penghakiman.”
Kata Rob dalam ayat tersebut disebutlah Muhammad atau Ali, yang makin membuktikan diluar Syariat Islam. Uraian dari Syiah yang menyebut kata “Rob” sama dengan Muhammad dan Ali adalah bukti kuat kalau Syiah memang bukan Islam, tetapi produk agama lokal Persia yang hanya besar di Iran dimasanya. Dengan tampilnya Islam, menjadi goncengan Syiah meraih cita membesarkan agam Mitra melalu cara Islam.
Tujuan Membawa Umat Islam Kembali Meyakini Berhala:
Tujuan berkedok Ahlul Bait sebagai payung hokum melegalkan ajaran “Mitra” ternyata memberikan kemudahan mereka mencapai maksud dan tujuan. Karena siapa akan menyangka kalau yang diterapkan Syiah itu bentuk kudeta pemikiran terhadap Islam, dan supaya umat Islam tidak lagi beragama Islam, tetapi semua memeluk agama Persia lama, sebagai bentuk balas dendam Persia pada Islam. Buktinya adalah Hadist Qudsi versi mereka:”Jika mereka [ Ahlul bait Nabi Muhammad saw.] tidak ada, niscaya aku tidak menciptakan engkau, tidak menciptakan Surga dan Neraka. Dan Aku tidak menciptakan langit dan bumi [Maa’ani al Akhbar hal 124]. Tak bisa dipungkiri lagi, bahwa Allah menciptakan manusia itu sebab karena Ahlul bait, artinya motivasinya Allah menciptakan makhluq itu karena manusia yang keluar masuk dijamban. Sebenarnya mereka menghina Nabi Muhammad dan Ahlul baitnya, karena dengan sengaja menposisikan Nabi Muhammad dan Ahlul baitnya yang mendatangkan akibat. Benar benar keyakinan kaum musyrik sebelum Islam.Kesimpulan
Syiah Bukan Islam, bukan pula ajaran Nabi Muhammad dan bukan pula ajaran ahlul bait Nabi, tetapi produk agama paganis Mitra dari Persia lama yang menyuplai banyak dewa dalam keyakinannya. Artinya keyakinan Syiah itu berangkat dari keyakinan dedemit, setan dan makhluk terkutuk yang bernama Iblis laknatullah, wajar saja yang di puja puja benda mati. Masih adakah yang menyebut Syiah itu Islam. (wmn/mentarimu)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.