0
WMN 2015 -- Wonosari (11/11), Gempa yang mengguncang Gunungkidul, Bantul dan sekitarnya, Rabu (11/11) pukul 18.45 WIB terjadi hingga dua kali. Warga Gunungkidul dan Bantul  sempat panik meskipun tak ada laporan kerusakan akibat gempa.


Sesaat setelah gempa, warga yang tinggal di beberapa wilayah di Bantul hingga Gunungkidul berhamburan ke luar rumah. Trauma gempa besar yang pernah terjadi di wilayah Bantul dan sekitarnya pada 2006 lalu membuat mereka panik.

Anang, warga Desa Selopamioro adalah salah satunya. Ia mengaku merasakan gempa cukup besar ketika tengah menyaksikan televisi bersama anak dan istrinya. Gempa pertama terasa sedikit lebih kecil dibanding yang kedua. Saat merasakan gempa yang pertama, dia langsung berlari ke luar rumah. Saat berada di teras rumah, gempa ternyata lebih terasa. Dari teras rumahnya itu pula ia melihat keluarga dan tetangganya berlarian ke luar rumah ke tengah jalan yang merupakan akses menuju ke Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul. “Besar sekali, dua kali terasa,” tutur Anang.

Tak jauh berbeda, Titik, warga Dusun Terong 2, Kecamatan Dlingo mengaku warga di sekitar rumahnya juga langsung berlarian ke luar rumah. Ia pun mengaku merasakan guncangan yang cukup besar. “Trauma kejadian dulu, kami spontan keluar rumah,” katanya. Kepanikan kian menjadi ketika ia mendengar beberapa warganya memukul kentongan titir tanda bahaya. Setidaknya, hingga 15 menit lamanya warga masih di luar rumah dan panik jika seandainaya terjadi gempa susulan. “Takut kalau ada gempa lagi,” imbuhnya.

Begitupula warga yang tinggal di Kampung Surya Madani Dusun Kepek II Kepek Wonosari Gunungkidul, sejauh pengamatan redaksi Website Mentari News juga tak jauh beda, saat terjadi gempa hampir seluruh warga Rt 01 Kepek II berhamburan keluar. Menurut Fauziah Mutia Ayu remaja Kepek II, ia mengungkapkan saat terjadi gempa dia sedang bernyanyi dengan suara keras dan dikiranya karena suaranya eh ternyata baru dirasakan gempa lagi yang kedua, ia dan sekeluarga langsung berhamburan keluar, sambil ia bercanda. 

Saat dihubungi, salah satu Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Yohanes, menuturkan berdasarkan info dari Badan Metereologi Geofisikan gempa sebesar 5,6 SR ini berpusat di barat daya Bantul. Gempa cukup besar ini tidak berpotensi tsunami, dan hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan.

Akun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan kedalaman gempa 93 km dan magnitudnya 5,6 SR, berpusat di 110 km di barat daya Bantul. “Info Gempa Mag:5.6 SR, 11-Nov-15 18:45:25 WIB, Lok:8.97 LS,110.19 BT (120 km BaratDaya Bantul-DIY), Kedlmn:93 Km ::BMKG.” Namun beberapa saat kemudian, BMKG merevisi pusat gempat terletak di 120 km barat daya Bantul. (wmn/sol)

Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top