0
Web Mentari News -- Jakarta (04/02), Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Komjen Saud Usman Nasution, mengingatkan radikalisasi berasal dari pemahaman picik dan fanatisme sempit terkait agama.


“Kelompok itu sendiri merasa ekslusif, dan pembahasan agama tidak dibatasi negara,” ujarnya kepada wartawan. “Karena itu kami mengajak masyarakat khususnya organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk bersama-sama BNPT melaksanakan program deradikalisasi.”

Hal senada diungkap Nasir Abbas. Mantan pejuang Muhajidin Afghanistan itu mengungkapkan deradikalisasi dibutuhkan bagi mantan-mantan anggota pejuang Timur Tengah dengan pendekatan primordialisme dan pemahaman tentang ideologi Pancasila dan UUD 1945 dengan cara kiasan. “Para pejuang Timur Tengah itu diindoktrinasi bahwa negara-negara dunia ini Taghut, yang wajib diubah menjadi negara khilafah,” ujarnya kepada wartawan.

Nasir juga sepakat dengan BNPT Saud Usman bahwa deradikalisasi bisa dimulai melalui pencerahan-pencerahan seperti diskusi publik yang dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Onderbouw NU (Selasa,2/2). “Rangkul dan ajak mereka (pejuang Timur Tengah) bersama-sama membenahi negeri ini.” (wmn/pk)

Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top