WMN 2015 -- Yang lebih unik lagi dari basic personil Sukir Genk Java Rock Reggae adalah latar belakang Radit, semula hanya tukang kothekan (menabuh bangku) di meja makan sembari menunggu tanak masakan ibunya. Dari keahliannya kothekan inilah, Radit diajak Erik gabung untuk membentuk group music dengan jabatan sebagai pemegang Jimbe, semacam gendang itu lho.
“Lagi-lagi, Radit ini juga menolak karena merasa tidak mampu. Trs saya bilang, ‘main jimbe itu gampang, sama halnya seperti kamu kothekan di meja itu lho. Mukulnya tinggal ikuti saja irama musik yang lainnya’. Sudah begitu, akhirnya dia mau juga berlatih hingga sekarang, Radit saya percaya untuk memegang Jimbe ,” tutur Eric, dibalas senyum cengar-cengir dari Sang Jimbe Radit.
Nah, . . . Personal Sukir Genk yang dari awal sudah melek alat music meski baru sebatas di tingkat RT, cuma Bima (drummer), dan Dimas (bassis). Diduga, Bima sama Dimas ini bisa main music lantaran mengikuti kursus music gratis di BLK. Kok bisa yah ? itulah bakat alam yang nggak gampang ditiru oleh siapapun.
Oiya satu lagi Erik Rahardian sang vokalis sekaligus sebagai motor penggagas dan penggerak Sukir Genk, diakui dari kecil memang sudah pinter nyanyi. Waktu masih sekolah di taman kanak-kanak (TK), Erik pernah nyanyi balonku ada lima di RSPD Wonogiri. Itupun sudah mendapatkan tepuk tangan sangat meriah dari teman-temannya dan Bu Is, gurunya waktu itu.
Itulah sekelumit background dan basic personil Sukir Genk Reggae java Rock asal kota Gaplek tersebut. Meski personilnya tidak punya latar belakang music yang mumpuni, kelompok Sukir Genk Java Rock Reggae ini sekarang sudah memiliki tempat khusus bukan saja di hati masyarakat Wonogiri tetapi juga masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Saat ini, group SG telah memiliki puluhan ribu fans sedulur sukir genk, yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri. (wmn/wono)
“Lagi-lagi, Radit ini juga menolak karena merasa tidak mampu. Trs saya bilang, ‘main jimbe itu gampang, sama halnya seperti kamu kothekan di meja itu lho. Mukulnya tinggal ikuti saja irama musik yang lainnya’. Sudah begitu, akhirnya dia mau juga berlatih hingga sekarang, Radit saya percaya untuk memegang Jimbe ,” tutur Eric, dibalas senyum cengar-cengir dari Sang Jimbe Radit.
Nah, . . . Personal Sukir Genk yang dari awal sudah melek alat music meski baru sebatas di tingkat RT, cuma Bima (drummer), dan Dimas (bassis). Diduga, Bima sama Dimas ini bisa main music lantaran mengikuti kursus music gratis di BLK. Kok bisa yah ? itulah bakat alam yang nggak gampang ditiru oleh siapapun.
Oiya satu lagi Erik Rahardian sang vokalis sekaligus sebagai motor penggagas dan penggerak Sukir Genk, diakui dari kecil memang sudah pinter nyanyi. Waktu masih sekolah di taman kanak-kanak (TK), Erik pernah nyanyi balonku ada lima di RSPD Wonogiri. Itupun sudah mendapatkan tepuk tangan sangat meriah dari teman-temannya dan Bu Is, gurunya waktu itu.
Itulah sekelumit background dan basic personil Sukir Genk Reggae java Rock asal kota Gaplek tersebut. Meski personilnya tidak punya latar belakang music yang mumpuni, kelompok Sukir Genk Java Rock Reggae ini sekarang sudah memiliki tempat khusus bukan saja di hati masyarakat Wonogiri tetapi juga masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Saat ini, group SG telah memiliki puluhan ribu fans sedulur sukir genk, yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri. (wmn/wono)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.