0
WMN 2015 -- Yang lebih unik dari peringatan ulang tahun satu decade Sukir Genk Java Rock Reggae, Kamis malam (26/2) kemarin adalah acara sambutan bupati Wonogiri Danar Rahmanto dan penyampaian ucapan selamat ulang tahun dari fans sukir genk di beberapa daerah di Indonesia dan sejumlah penggemar di luar negeri.


Mengapa dibilang unik, karena sambutan dan ucapan tersebut disampaikan lewat layar proyektor dihadapan puluhan tamu undangan. Yang membuat lucu dan mengundang tawa adalah para fans Sukir Genk menyampaikan ucapan selamatnya dengan bahasa daerah dan Negara masing-masing, yang tentu saja tidak dipahami para tamu undangan.

Ucapan selamat tersebut, antara lain datang dari kawasan Pulau Jawa seperti warga Solo, Semarang, Tegal, Jakarta, Bandung, Cianjur, Purwakarta, Surabaya dan lain-lain. Ucapan selamat juga datang dari penggemar asal luar pulau jawa, seperti dari Bali, Sumatera, Kalimantan, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Selawesi, Nusa Tenggara, dan masih banyak lagi. Sedangkan dari luar negeri, fans sedulur Sukir Genk dari Malaysia, Taiwan, Pilipina, Australia dan lain-lain tak ketinggalan mengirim ucapan ulang tahun ke 10 Sukir Genk.

Lain lagi kisah lucu yang tidak pernah dilupakan para personil Sukir Genk, adalah saat konser bersama artis-artis dan musisi papan atas di Jakarta beberapa waktu silam. Menurut Eric, Bebek, Dimas, Bima, Radit dan Yuda, mereka diusir petugas keamanan saat hendak mengambil jatah makan. “Keluar, keluar, itu untuk jatah makan para artis,” papar Yudha menirukan petugas yang mengusirnya.

Maklum, mereka baru pertama kali konser di Jakarta, ditambah pemandangan artis cantik-cantik di tempat itu, membuat para personil Sukir Genk seperti orang linglung, bengong, bahkan ada yang sampai ngences ( ngiler).Atau bisa jadi penampilan personil Sukir Genk saat itu, belum meyakinkan layaknya artis beneran. Sehingga wajar kalo diusir petugas. Bahkan meski sudah menunjukkan emblem (Id card) sebagai artis peserta konser, petugas kemanan masih menuduh mereka penonton yang menyusup. Namun setelah diperiksa lebih teliti, barulah mereka dipersilahkan ambil jatah makan.Dalam peringatan ulang tahun satu decade Sukir Genk tersebut, Eric Rahardian juga menyampaikan komitmennya untuk mengemban misi social dan kebudayaan dalam rangka pembinaan generasi muda agar menjadi orang berguna bagi keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa. Meski reggae yang asalnya dari Jamaika tersebut identik dengan ganja atau narkoba, Sukir Genk menyampaikan sikap anti narkoba.

“Berangkat dari komitmen tersebut, kami berupaya mengemas music reggae tanpa menghilangkan budaya jawa sebagai warisan luhur bangsa Indonesia. Kami juga menyatakan perang terhadap Narkoba.” papar Eric.Belajar dari pahitnya perjuangan merintis karier, kelompok Java Rock Reggae asal Kota Gaplek ini akhirnya justru semakin matang. Meski personilnya tidak punya latar belakang music yang mumpuni, kelompok Sukir Genk telah mampu membawa music jawa beraliran reggae semi rock bernafaskan Wonogiri tersebut, ke blantika music di tanah air. Harapan ke depan, Sukir Genk bukan sekedar menjadi ikon Wonogiri, tetapi juga ikon Indonesia. Selamat Berkarya, Salam Youman Wouyoo (wmn/wono)

Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top