0
WMN 2015 -- Yogyakarta (030/06), Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Yunahar Ilyas mengatakan polemik Sabda Raja dan Dawuh Raja merupakan persoalan internal Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Muhammadiyah secara kelembagaan tidak ingin mengomentarinya.


Adapun perbedaan pandangan bagi warga Muhammadiyah, diakuinya, hanya di dalam hati. “Biarlah, itu urusan Kraton. Muhammadiyah ambil posisi netral,” kata Yunahar di kantor PP Muhammadiyah di Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, beberapa hari yang lalu.

Sementara itu aktivis Gerakan Rakyat Yogyakarta (GRY), Gazali mengatakan alangkah baiknya polemik internal Kraton diselesaikan oleh keluarga trah HB I-HB X. “Masyarakat harus menunggu,” katanya saat dihubungi melalui telepon selular, Selasa (2/6)

Ia berpendapat, persoalan internal Kraton sudah ada contoh yang patut diteladani, yakni HB IX. HB IX saat itu tidak menunjuk siapa penggantinya sebelum wafat, padahal HB IX memiliki banyak anak laki-laki. Menurutnya, HB IX ingin memberikan pembelajaran demokrasi pada anak-anaknya sekaligus menguji sejauh mana anak-anaknya memahami paugeran Kraton, karena paugeran tidak menjelaskan apakah penerus tahta itu anak tertua. (wmn/sol)

Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top