WMN 2015 -- Jakarta (04/06), Pengamat politik Muslim Arbi menyatakan, Muhammadiyah bisa menjadi penggerak revolusi rakyat di Indonesia untuk meminta Presiden Joko Widodo turun dari kursi RI 1. Gerakan itu sudah dimulai oleh aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam aksi-aksi demonstrasi belakangan ini.
“Kalau saya lihat Muhammadiyah bisa pelopor revolusi di Indonesia. Muhammadiyah sudah menolak UU yang dinilai liberal dan dalam sidang MK, Muhammadiyah menang,” kata Muslim Arbi dalam keterangannya (03/06).
Menurut Muslim, IMM yang menjadi bagian dari Muhammadiyah bisa menyuarakan penolakan terhadap rezim yang berkuasa saat ini. “Walaupun gerakan IMM maupun elemen lainnya tidak banyak diliput media, tetapi mereka ini mempunyai jaringan yang kuat serta ditopang oleh Muhammadiyah,” ungkap Muslim. Kata Muslim, aksi berdarah-darah aktivis IMM di depan Istana Kepresidenan menentang rezim Jokowi bisa menjadi pemantik gerakan rakyat. “Gerakan ini akan memunculkan solidaritas gerakan rakyat. Ini akan menjadi gerakan yang lebih besar,” ujar Muslim.
Terkait gerakan revolusi tersebut, Muslim melihat kader Muhammadiyah yang ada di DPR juga mendukung gerakan IMM. “Walaupun beda partai, kader Muhammadiyah di DPR bisa mendukung gerakan IMM maupun rakyat,” jelas Muslim.
Dari sisi gerakan, kata Muslim, aktivis IMM sudah sangat militan menentang kebijakan rezim Jokowi yang sama sekali tidak berpihak pada rakyat. “Saatnya seluruh komponen mahasiswa dan rakyat bersatu untuk menyuarakan pemakzulan Jokowi,” pungkas mantan aktivis ITB era 80-an ini. Sebelumnya, menyambut Hari Kelahiran Pancasila, ratusan aktivis IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) melakukan aksi di depan Istana. Dalam aksi itu, aparat bertindak represif membubarkan aksi bertajuk “Aliansi Tarik Mandat”.
Diberitakan, seorang Immawati IMM terkena tembakkan gas air mata. Menurut keterangan Ketua DPP IMM Beni Pramula, korban saat ini dalam keadaan koma dirawat di RS MMA Kali Pasir. Selain itu, aktivis IMM bernama Anton tertembak peluru karet aparat di bagian perut samping kiri. (wmn/int)
“Kalau saya lihat Muhammadiyah bisa pelopor revolusi di Indonesia. Muhammadiyah sudah menolak UU yang dinilai liberal dan dalam sidang MK, Muhammadiyah menang,” kata Muslim Arbi dalam keterangannya (03/06).
Menurut Muslim, IMM yang menjadi bagian dari Muhammadiyah bisa menyuarakan penolakan terhadap rezim yang berkuasa saat ini. “Walaupun gerakan IMM maupun elemen lainnya tidak banyak diliput media, tetapi mereka ini mempunyai jaringan yang kuat serta ditopang oleh Muhammadiyah,” ungkap Muslim. Kata Muslim, aksi berdarah-darah aktivis IMM di depan Istana Kepresidenan menentang rezim Jokowi bisa menjadi pemantik gerakan rakyat. “Gerakan ini akan memunculkan solidaritas gerakan rakyat. Ini akan menjadi gerakan yang lebih besar,” ujar Muslim.
Terkait gerakan revolusi tersebut, Muslim melihat kader Muhammadiyah yang ada di DPR juga mendukung gerakan IMM. “Walaupun beda partai, kader Muhammadiyah di DPR bisa mendukung gerakan IMM maupun rakyat,” jelas Muslim.
Dari sisi gerakan, kata Muslim, aktivis IMM sudah sangat militan menentang kebijakan rezim Jokowi yang sama sekali tidak berpihak pada rakyat. “Saatnya seluruh komponen mahasiswa dan rakyat bersatu untuk menyuarakan pemakzulan Jokowi,” pungkas mantan aktivis ITB era 80-an ini. Sebelumnya, menyambut Hari Kelahiran Pancasila, ratusan aktivis IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) melakukan aksi di depan Istana. Dalam aksi itu, aparat bertindak represif membubarkan aksi bertajuk “Aliansi Tarik Mandat”.
Diberitakan, seorang Immawati IMM terkena tembakkan gas air mata. Menurut keterangan Ketua DPP IMM Beni Pramula, korban saat ini dalam keadaan koma dirawat di RS MMA Kali Pasir. Selain itu, aktivis IMM bernama Anton tertembak peluru karet aparat di bagian perut samping kiri. (wmn/int)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.