WMN 2015 -- Wonosari (25/11), Kepolisian Resor Gunungkidul terus bersiaga untuk mengantisipasi adanya gesekan antar pendukung pasangan calon. Salah satu cara yang dilakukan dengan meningkatkan pengamanan dengan giat operasi kewilayahan.
Kepala Polres Gunungkidul AKBP Hariyanto menegaskan, pihaknya siap untuk mengamankan tahapan pilkada mulai dari awal hingga proses penetapan calon terpilih. Dia juga tidak ingin kecolongan, peristiwa yang terjadi di Sleman, Bantul dan Kota Jogja harus menjadi perhatian bersama sehingga tidak terjadi di Gunungkidul.
“Untuk itu kita terus waspada, dan terus melakukan giat pengamanan. Seluruh personel yang dimiliki siap diterjunkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” kata Hariyanto, Selasa (24/11).
Dia menjelaskan, upaya pengamanan yang dilakukan tidak hanya melibatkan petugas dengan pakaian dinas resmi. Namun tugas ini juga melibatkan petugas dengan pakaian sipil biasa. Harapannya dengan model ini potensi kerusuhan yang mungkin terjadi bisa terdeteksi sejak awal. “Untuk kelancaran dalam tahapan pilkada, saya minta kepada pendukung pasangan calon agar mau menaati komitmen damai yang disepakati saat awal kampanye lalu,” kata manta Kepala Sub Bidang Register dan Identifikasi Polda DIY itu.
Lebih jauh dikatakan Hariyanto, Penetapan status rawan ini, lanjut dia, sangat situasional dan sangat bergantung dengan kondisi di lapangan. “Masih siaga satu, tapi sewaktu-waktu bisa ditingkatkan menjadi siaga dua. Untuk pengamanan, kami juga rutin melakukan patroli lapangan,” imbuhnya. Ditambahkannya, mekanisme pengamanan di tahap awal diserahkan ke masing-masing polsek. Akan tapi saat kondisinya makin memanas dan berpotensi menimbulkan gesekan maka personel yang disiagakan di markas akan diterjunkan ke lokasi. (wmn/jog)
“Untuk itu kita terus waspada, dan terus melakukan giat pengamanan. Seluruh personel yang dimiliki siap diterjunkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” kata Hariyanto, Selasa (24/11).
Dia menjelaskan, upaya pengamanan yang dilakukan tidak hanya melibatkan petugas dengan pakaian dinas resmi. Namun tugas ini juga melibatkan petugas dengan pakaian sipil biasa. Harapannya dengan model ini potensi kerusuhan yang mungkin terjadi bisa terdeteksi sejak awal. “Untuk kelancaran dalam tahapan pilkada, saya minta kepada pendukung pasangan calon agar mau menaati komitmen damai yang disepakati saat awal kampanye lalu,” kata manta Kepala Sub Bidang Register dan Identifikasi Polda DIY itu.
Lebih jauh dikatakan Hariyanto, Penetapan status rawan ini, lanjut dia, sangat situasional dan sangat bergantung dengan kondisi di lapangan. “Masih siaga satu, tapi sewaktu-waktu bisa ditingkatkan menjadi siaga dua. Untuk pengamanan, kami juga rutin melakukan patroli lapangan,” imbuhnya. Ditambahkannya, mekanisme pengamanan di tahap awal diserahkan ke masing-masing polsek. Akan tapi saat kondisinya makin memanas dan berpotensi menimbulkan gesekan maka personel yang disiagakan di markas akan diterjunkan ke lokasi. (wmn/jog)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.