WMN 2015 -- Prambanan (16/11), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) di kompleks Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Prambanan Sleman, Sabtu-Ahad (14-15/11).
Tak hanya memilih sosok pemimpin baru saja, namun juga digunakan untuk menentukan program kerja kedepannya. "Tentu musyda ini tentu juga digunakan untuk mengevaluasi program kerja yang sudah dijalankan pimpinan lama. Nantinya, program yang belum terlaksana bisa menjadi 'PR' kepemimpinan baru," ungkap Ketua Muhammadiyah DIY H Gita Danupranata pada pembukaan Musyda PDM, Sabtu (14/11).
Jika sudah terpilih pimpinan baru periode 2015-2020, lanjut Danupranata, program kerja yang tak jauh dari hasil Muktamar Muhammadiyah hendaknya disamakan dengan kondisi yang ada di Kabupaten Sleman. "Jika ada yang cocok, tinggal diimplementasikan di Sleman," tandasnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Prambanan Marjono BA menjelaskan, peserta musyda yang hadir sebanyak lebih dari 400 orang dari 17 cabang dan 148 ranting Muhammadiyah serta delegasi dari majelis lembaga Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. "Sebagai pra acara, kami sudah menyelenggarakan berbagai kegiatan. Diantaranya pawai amal usaha muhammadiyah, pengajian akbar yang dihadiri Prof Amien Rais, festival ragawi tapak suci anak sholeh serta santunan dari PPM MBS kepada sejumlah anak di sekitar pondok pesantren yakni beasiswa pendidikan sebesar Rp 56 juta," jelas Marjono. (wmn/kr)
Jika sudah terpilih pimpinan baru periode 2015-2020, lanjut Danupranata, program kerja yang tak jauh dari hasil Muktamar Muhammadiyah hendaknya disamakan dengan kondisi yang ada di Kabupaten Sleman. "Jika ada yang cocok, tinggal diimplementasikan di Sleman," tandasnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Prambanan Marjono BA menjelaskan, peserta musyda yang hadir sebanyak lebih dari 400 orang dari 17 cabang dan 148 ranting Muhammadiyah serta delegasi dari majelis lembaga Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. "Sebagai pra acara, kami sudah menyelenggarakan berbagai kegiatan. Diantaranya pawai amal usaha muhammadiyah, pengajian akbar yang dihadiri Prof Amien Rais, festival ragawi tapak suci anak sholeh serta santunan dari PPM MBS kepada sejumlah anak di sekitar pondok pesantren yakni beasiswa pendidikan sebesar Rp 56 juta," jelas Marjono. (wmn/kr)
Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.