0
WMN 2015 -- Karangmojo (28/12), Libur panjang kali ini, jumlah wisatawan yang berlibur ke Gunungkidul mengalami kenaikan yang cukup tajam. Hal ini justru dimanfaatkan oleh oknum untuk berbuat tidak jujur.


Saat Komisi B DPRD Gunungkidul melakukan sidak di lapangan mengenai retribusi wisata, pihaknya menemukan adanya kebocoran. Salah satunya di pintu masuk atau pos retribusi menuju objek wisata Goa Pindul. Dengan adanya kebocoran tersebut, tentu saja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gunungkidul dari sektor ini tidak akan bisa maksimal.

Kebocoran yang terjadi di retribusi Goa Pindul menggunakan modus dengan pembayaran yang tidak langsung diberikan kepada petugas. Namun, dengan pembayaran diakhir yang dilakukan oleh operator wisata setelah sore hari dan saat wisatawan sudah usai berkunjung. “Kita kemarin usai melakukan sidak dengan seluruh anggota Komisi B. Dengan hasil yang kita lakukan tersebut kami menemukan beberapa modus yang membuat kebocoran PAD. Salah satunya yaitu di pos retribusi Goa Pindul,” kata Wakil Ketua Komisi B, Edi Susilo, Senin, (28/12).

Diungkapkan Politisi Amanat Nasional ini, kerugian yang akan diderita Pemkab cukup besar. Pasalnya, setiap bus besar yang masuk hanya membayar Rp 100 ribu saja. Padahal sesuai dengan Perda Nomor 17 Tahun 2013 setiap wisatawan wajib membayar Rp 10 ribu setiap orangnya. “Jadi sudah jelas PAD tidak akan maksimal karena terjadi kebocoran pada retribusi. Namun untuk jumlah berapa rupiah yang terjadi kebocoran, kita belum bisa memastikan jumlahnya,” jelas Edi.

Atas temuan ini, DPRD Gunungkidul akan melakukan klarifikasi kepada Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Kabupaten Gunungkidul. 

Dihubungi terpisah, Hari Sukmono Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Kabupaten Gunungkidul mengatakan, pihaknya sudah mengetahui tentang adanya kebocoran retribusi tersebut. Bahkan Disbudpar juga sudah melakukan meminta bantuan dari TNI, Kepolisian, Satpol PP dan Dishub dalam menangani masalah tersebut. “Kita akan segera benahi masalah ini dan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait. Selanjutnya kita akan tugaskan petugas dari dinas untuk berjaga di pos retribusi tersebut,” tegas Hari. (wmn/sj)

Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top