WMN 2015 -- Cimahi (15/12), Petugas Kepolisian Sektor Padalarang Resort Cimahi berhasil mencegah tawuran pelajar antara SMK Karya Pembangunan Padalarang dengan SMK PGRI 3 Cianjur, Senin (14/12/2015). Sebanyak 36 pelajar, termasuk dua orang perempuan, diamankan polisi dan diberikan pembinaan.
Kepala Polsek Padalarang Suherman mengatakan, para pelajar tersebut berencana melakukan tawuran di sekitar persimpangan Gerbang Tol Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Setelah menerima laporan masyarakat, petugas polisi lalu mendatangi lokasi dan memeriksa puluhan pelajar yang sedang berkerumun. "Sebanyak 15 anggota polisi mendatangi lokasi sekitar pukul 12.30 dan langsung mengamankan 36 pelajar dari SMK PGRI 3 Cianjur. Di lokasi tidak ditemukan pelajar dari pihak SMK KP Padalarang. Pada waktu anggota ke lokasi itu belum terjadi aksi tawuran dan tidak ada korban," kata Suherman.
Dia memaparkan, 36 pelajar SMK PGRI 3 Cianjur itu terdiri atas 34 laki-laki dan 2 perempuan. Pelajar kelas 7 berjumlah 12 orang, kelas 8 berjumlah 23 orang, dan kelas 9 berjumlah 1 orang. "Mereka pergi menggunakan truk dan turun di persimpangan Tol Padalarang," katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, menurut Suherman, para pelajar itu mengaku pergi dari Cianjur ke arah Bandung untuk pergi bermain. Ketika turun dari truk di persimpangan Tol Padalarang, SMK KP Padalarang yang berlokasi tak jauh dari persimpangan tol kebetulan sedang bubaran sekolah. "Melihat adanya siswa dari sekolah lain, maka ada beberapa anak SMK KP Padalarang yang mendatangi ke arah mereka. Akan tetapi, sebelum terjadi tawuran masyarakat sekitar lokasi segera melaporkan ke Pos Lantas Padalarang dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Padalarang," ungkapnya.
Walaupun para pelajar SMK PGRI 3 Cianjur itu mengaku hendak pergi bermain, petugas polisi menemukan sebuah celurit dan sebuah telefon seluler yang berisikan video latihan perkelahian di SMK PGRI 3 Cianjur. "Namun, mereka belum ada yang mengaku membawa celurit," ujarnya.
Suherman menambahkan, para pelajar tersebut lantas diberikan pembinaan di Polsek Padalarang. "Kami pun telah menelefon ke sekolah mereka tentang kejadian ini dan meminta pihak sekolah supaya datang ke sini. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan kepolisian di Cianjur. Sambil menunggu pihak sekolah dan polisi dari Cianjur, para pelajar diberikan pembinaan," tukasnya. (wmn/pr)
Setelah menerima laporan masyarakat, petugas polisi lalu mendatangi lokasi dan memeriksa puluhan pelajar yang sedang berkerumun. "Sebanyak 15 anggota polisi mendatangi lokasi sekitar pukul 12.30 dan langsung mengamankan 36 pelajar dari SMK PGRI 3 Cianjur. Di lokasi tidak ditemukan pelajar dari pihak SMK KP Padalarang. Pada waktu anggota ke lokasi itu belum terjadi aksi tawuran dan tidak ada korban," kata Suherman.
Dia memaparkan, 36 pelajar SMK PGRI 3 Cianjur itu terdiri atas 34 laki-laki dan 2 perempuan. Pelajar kelas 7 berjumlah 12 orang, kelas 8 berjumlah 23 orang, dan kelas 9 berjumlah 1 orang. "Mereka pergi menggunakan truk dan turun di persimpangan Tol Padalarang," katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, menurut Suherman, para pelajar itu mengaku pergi dari Cianjur ke arah Bandung untuk pergi bermain. Ketika turun dari truk di persimpangan Tol Padalarang, SMK KP Padalarang yang berlokasi tak jauh dari persimpangan tol kebetulan sedang bubaran sekolah. "Melihat adanya siswa dari sekolah lain, maka ada beberapa anak SMK KP Padalarang yang mendatangi ke arah mereka. Akan tetapi, sebelum terjadi tawuran masyarakat sekitar lokasi segera melaporkan ke Pos Lantas Padalarang dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Padalarang," ungkapnya.
Walaupun para pelajar SMK PGRI 3 Cianjur itu mengaku hendak pergi bermain, petugas polisi menemukan sebuah celurit dan sebuah telefon seluler yang berisikan video latihan perkelahian di SMK PGRI 3 Cianjur. "Namun, mereka belum ada yang mengaku membawa celurit," ujarnya.
Suherman menambahkan, para pelajar tersebut lantas diberikan pembinaan di Polsek Padalarang. "Kami pun telah menelefon ke sekolah mereka tentang kejadian ini dan meminta pihak sekolah supaya datang ke sini. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan kepolisian di Cianjur. Sambil menunggu pihak sekolah dan polisi dari Cianjur, para pelajar diberikan pembinaan," tukasnya. (wmn/pr)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.