WMN 2015 -- Blangpegayon (05/02), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Muhammad Kasim, Sarjana Pendidikan (SPd), Rabu (4/2), mengaku akan menindak pelaku mesum yang berada dilokasi Terminal Terpadu Cinta Maju.
Pernyataan itu, seiring merebaknya isu bahwa Terminal yang tak kunjung difungsikan itu telah dijadikan kawula muda untuk tempat mesum.
Terlebih, beberapa hari ini Desa Ume Lah menggelar acara saman roa lo roa ingi, sehingga memungkin ada peningkatan adegan mesra-mesra di lokasi terminal terpadu tersebut. “Bukan di lokasi Terminal saja, atas nama maksiat akan kita tindak sekecil apapun, tentunya harus ada dukungan dari masyarakat, kalau tidak tentu nihil, “ kata Kasim warga Desa Rema ini. Selain itu saksi mata, Ahab, salah satu warga Cinta Maju, mengaku pernah melihat sepasang madu kasih mulai dari pagi hingga subuh, berduaan di lokasi Terminal Terpadu. Namun, Ahab, tak berani menegur, dan melaporkan ke pihak berwenang atau perangkat desa, takut menuai masalah.
“Pemandangan itu tak asing lagi, mereka saling bermesraan dengan cara merangkul, berpelukan, bahkan tak jarang duduk sambil berdempetan sesama lawan jenis,” tutur Ahab. Selain Terminal sebagai ajang tempat mesum, Ahab, juga kasian melihat sejumlah pintu gedung, atap serta beberapa bangunan sudah mulai keropos, apakah termakan usia atau karena tak difungsikan. (wmn/insetgalus)
Pernyataan itu, seiring merebaknya isu bahwa Terminal yang tak kunjung difungsikan itu telah dijadikan kawula muda untuk tempat mesum.
Terlebih, beberapa hari ini Desa Ume Lah menggelar acara saman roa lo roa ingi, sehingga memungkin ada peningkatan adegan mesra-mesra di lokasi terminal terpadu tersebut. “Bukan di lokasi Terminal saja, atas nama maksiat akan kita tindak sekecil apapun, tentunya harus ada dukungan dari masyarakat, kalau tidak tentu nihil, “ kata Kasim warga Desa Rema ini. Selain itu saksi mata, Ahab, salah satu warga Cinta Maju, mengaku pernah melihat sepasang madu kasih mulai dari pagi hingga subuh, berduaan di lokasi Terminal Terpadu. Namun, Ahab, tak berani menegur, dan melaporkan ke pihak berwenang atau perangkat desa, takut menuai masalah.
“Pemandangan itu tak asing lagi, mereka saling bermesraan dengan cara merangkul, berpelukan, bahkan tak jarang duduk sambil berdempetan sesama lawan jenis,” tutur Ahab. Selain Terminal sebagai ajang tempat mesum, Ahab, juga kasian melihat sejumlah pintu gedung, atap serta beberapa bangunan sudah mulai keropos, apakah termakan usia atau karena tak difungsikan. (wmn/insetgalus)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.