0
WMN 2015 -- Pondasi Islam adalah syahadat (persyaksian). Di atas syahadat inilah bangunan Islam ditegakkan.

Oleh karena itu, ketika nabi menjelaskan pilar-pilar Islam, beliau mengawalinya dengan syahadat.
بُنِيَ الْإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إلهَ إِلاَّ الله ُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَان.
“Islam dibangun di atas lima perkara: Syahadat, bahwa tiada tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim, , dari Ibnu Umar).

Disebutkannya syahadat dalam urutan pertama berarti apa yang sesudahnya berpijak kepadanya, lebih tegasnya apa yang sesudahnya yaitu mendirikan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa tidak sah dan tidak diterima tanpa pijakan syahadat.Maka, di dalam Alquran di dalam banyak ayat, Allah selalu mengindukkan amal shalih kepada iman.

Barangsiapa Tidak Beriman, Maka Amal Shalih Tidak Berguna Baginya.
Hadits dari Aisyah ra bertanya kepada Nabi, “Ya Rasulullah, Ibnu Jud’an semasa jahiliyah bersilaturahim dan memberi makan orang miskin. Apakah itu berguna baginya?” Nabi menjawab,
لَا يَنْفَـعُهُ، إِنَّهُ لَمْ يَقُـلْ يَوْمًا: رَبِّ اغْفِـرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ يَوْمَ الدِّيْنِ.
“Tidak berguna baginya, karena dia tidak pernah suatu hari pun berkata, ‘Ya Rabbi, ampunilah kesalahanku pada Hari Pembalasan’.” (H.R. Muslim).

Syahadat adalah satu kesatuan

Islam dibangun di atas lima rukun. Yang pertama adalah kesatuan dari dua syahadah (persaksian) أَنْلّآإِلهَإلاَّاللهُ dan syahadah أَنَّمُحَمَّدًارَسُوْلُاللهِ . Dua syahadah ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, sebab yang satu melazimkan yang lainnya. Di antara hal yang sangat prinsip sehingga dua syahadah tersebut dijadikan satu kesatuan adalah sebab sahnya peribadahan seorang hamba hanya apabila dibangun di atas keduanya sekaligus. Di mana syahadah أَنْلّآإِلهَإلاَّالله menuntut adanya keikhlasan hanya untuk Allah semata dan syahadah أَنَّمُحَمَّدًارَسُوْلُاللهِ menuntut kesesuaian dengan sunnah Rosululloh. Sedangkan setiap amalan ibadah tidak akan diterima oleh Allah kecuali bila terpenuhi dua syarat tersebut; ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah(mutaba’ah).


Akibat Hukum dari Syariat

Barangsiapa bersyahadat, maka dia adalah seorang Muslim, baginya hak yang sederajat dengan kaum Muslimin dan atasnya kewajiban yang sederajat dengan kaum Muslimin, terlindungi darah, harta, dan keluarganya.
Firman Allah SWT
قَاتِلُوا الَّذِينَ لاَيُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَلاَيُحَرِّمُونَ مَاحَرَّمَ اللهُ وَرَسُولُهُ وَلاَيَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”(At-Taubah: 29).

Dalam sebuah hadits disebutkan:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ
Dari Ibnu Umar bahwa Rosululloh saw bersabda: “Aku diperintah supaya memerangi manusia sehingga mereka bersaksi bahwa ‘laa ilaaha illalloh’ (tiada sesembahan yang berhak diibadahi selain Alloh) dan bahwa Muhammad adalah rosul Alloh, dan menegakkan sholat, serta menunaikan zakat, apabila mereka telah melaksanakannya maka berarti mereka telah memelihara darah dan hartanya dariku kecuali (yang harus ditunaikan) dari haknya Islam. Adapun perhitungan (amal mereka) menjadi haknya Alloh (menghukuminya).” (HR Bukhori-Muslim)

Di alam akhirat terdapat dua janji utama yang menggembirakan bagi orang yang mengikrarkan diri dengan kalimat syahadat:

Pertama: Jaminan Surga.
مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إلهَ إِلَّا الله ُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله حَرَّمَ الله عَلَيْهِ النَّارَ.
“Barangsiapa bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, maka Allah mengharamkan Neraka atasnya.” (H.R. Muslim dari Ubadah bin Shamit).

Kedua: Jaminan tidak kekal di Neraka.
Orang yang bersaksi ‘la ilaha illallah‘ meskipun dia masuk dan diazab di Neraka, pasti dia akan dikeluarkan darinya dan dipindahkan ke Surga,
يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إله إِلاَّ الله ، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ شَعِيْرَةٍ مِنْ خَيْرٍ، وَيَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إله إِلاَّ الله، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ بُرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ، وَيَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إلهَ إِلاَّ الله، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ.
“Akan keluar dari Neraka orang yang mengucapkan la ilaha illallah yang di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji jewawut. Keluar dari Neraka orang yang mengucapkan ‘la ilaha illallah’ yang di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji gandum. Keluar dari Neraka orang yang mengucapkan la ilaha illallah yang di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji dzarrah.” (H.R. al-Bukhari dari Anas bin Malik).

Bersambung......
Penulis: H. Untung Santosa (Wakil Ketua PDM Gunungkidul)

Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top