0
WMN 2015 -- Jakarta (24/11), Muhammadiyah tengah mempersiapkan kalender Islam Internasional sebagai solusi perbedaan penetapan sejumlah hari raya umat Muslim. 


Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Muhammadiyah Haedar Nashir. Ia mengatakan gagasan kalender tersebut telah dikomunikasikan bersama lembaga internasional dan lembaga-lembaga Islam di dalam negeri. "Muhammadiyah sudah bosan dan tidak ingin lagi ribut soal perbedaan Idul Fitri, Idul Adha dan awal Ramadhan. Itu kan, permasalahan yang sangat lokal," ujarnya di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (23/11).

Ia mengharapkan kalender Islam internasional dapat disamakan seperti kalender Masehi yang penetapan tanggal merah di dalamnya tidak perlu diperdebatkan lagi. "Kami ingin seperti kalender Masehi yang sifatnya berlaku secara universal di seluruh dunia," imbuhnya.

Namun demikian, Muhammadiyah masih meninjau kembali terkait keputusan akhir dibuatnya kalender itu. Pasalnya, hingga saat ini masih ada beberapa kalangan umat Islam yang tidak menggunakan kalender sebagai acuan hari raya. Misalnya seperti di Arab Saudi, meskipun memiliki kalender Islam tetapi masih diharuskan melakukan Ruqyat saat menetapkan hari raya Idul Adha beberapa waktu lalu.

Untuk merealisasikan gagasan ini, Muhammadiyah telah membahasnya bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin. "Sudah beberapa kali pertemuan dengan Menag tapi belum ada titik temu. Sabar saja. Pokoknya melalui kalender ini, Muhammadiyah bisa menetapkan hingga 65 tahun kedepan terkait 1 Ramadhan, 1 Syawal, 1 Dzulhijah dan seterusnya," tandasnya. (wmn/rol)

Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top