0
WMN 2015 -- Beberapa kebiasaan buruk dalam mengemudi mungkin tidak menimbulkan permasalahan ketika jalanan berada dalam kondisi kering, namun lain halnya ketika hujan turun membasahi segala sesuatu yang dilaluinya. 


Kondisi cuaca tersebut membawa berbagai rintangan saat mengemudi, seperti keterbatasan jarak pandang, jalanan yang licin, genangan air yang menyamarkan lubang-lubang dijalan atau bahkan pada lokasi tertentu ketinggiannya dapat menyebabkan terendamnya kendaraan hingga tak lagi dapat beroperasi.

Oleh karena itu, mengemudi saat hujan menuntut pengemudi untuk ekstra konsentrasi dan berhati-hati. Inilah cara mengemudi yang wajib dihindari saat hujan:

Mengemudi Dengan Kecepatan Tinggi

Rambu batas kecepatan menunjukkan kecepatan maksimal yang aman bagi Anda saat berkendara dalam kondisi jalan yang baik. Dengan demikian, Anda pun diharapkan dapat memperhitungkan berapa batas kecepatan yang aman saat jalan tersebut berada dalam kondisi basah dan licin. Selain itu, saat kondisi jalan basah, dengan berkendara melalui genangan air pada kecepatan normal atau rendah, biasanya air dapat melewati alur-alur pada tapak ban dengan lancar sehingga ban tetap menempel pada jalan. Sementara pada kecepatan tinggi atau dengan kondisi ban yang menipis justru akan membuat mobil seakan mengambang diatas air dan beresiko kehilangan kendali atas kendaraan.

Tidak Menyalakan Lampu atau Menggunakan Lampu Jauh 

Keterbatasan jarak pandang akibat hujan menyamarkan segala sesuatu yang melintas ataupun Anda lintasi, belum lagi cuaca tersebut identik dengan cahaya yang suram. Menyalakan lampu sangat dianjurkan agar pengendara lain dapat menyadari kehadiran kendaraan Anda, begitu pula sebaliknya. Terus berkendara tanpa lampu saat hujan lebat akan membuat Anda seakan menebak-nebak kejutan apa yang akan menghampiri kendaraan Anda. Namun menggunakan lampu jauh pun tidak kalah berbahaya dengan tidak menggunakan lampu. Terangnya sorotan lampu yang dipancarkan kendaraan Anda dapat membutakan pengemudi lain yang melintas dari arah berlawanan.

Terus Mengemudi Walaupun Tak Dapat Melihat Dengan Jelas 

Ada kalanya pengemudi tak dapat lagi melihat dengan jelas akibat beberapa hal seperti perbedaan suhu antara luar dan dalam kendaraan sehingga kaca mobil terus berembun dan menghalangi pandangan, derasnya aliran hujan yang membuat fungsi wiper tidak maksimal, atau bahkan wiper tersebut rusak hingga tak berfungsi sama sekali.  Berkendara dalam kondisi tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri beserta penumpang lain didalam kendaraan, namun juga penumpang kendaraan lain yang melintas. Oleh karena itu sangat disarankan untuk menepi dan menunggu hingga hujan reda dan pandangan jelas kembali.

Menerjang Banjir 

Dalam keadaan jalanan tersendat atau macet, Ada akan mendapatkan informasi mengenai situasi jalan didepan Anda tepat pada waktunya. Jika Anda melihat genangan air yang disertai kendaraan mogok, maka Anda dapat memperkirakan bahwa genangan tersebut terlalu dalam untuk dilalui. Itulah saatnya Anda menepi atau memutar balik (jika ada kesempatan).  Terkecuali jika kendaraan Anda telah disesuaikan untuk menghadapi kondisi ekstrim, sebaiknya hindari genangan air yang terlalu tinggi atau bahkan banjir. Penghematan waktu yang Anda dapatkan dengan menerobosnya tidak sepadan dengan biaya perbaikan yang akan Anda hadapi nantinya. Selain itu, saat melintasi jalan yang terdiri dari dua jalur atau lebih untuk arah yang sama, sebisa mungkin hindarilah berkendara di sisi jalan. Karena pada umumnya jalanan dirancang sedemikian rupa agar bagian tengahnya lebih tinggi, maka dengan demikian air hujan akan berkumpul dan menggenang di sisi jalan. (wmn/ac)

Post a Comment

Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top