WMN 2015 -- Allah SWT menjadikan dua serangga Laba-laba (Al Ankabut) dan Lebah (An Nahl) sebagai nama surat dalam Al Qur’an, tentu saja agar manusia dapat mengambil pelajaran dari keduanya.
Baik melalui yang tersurat dalam ayat-ayat Al Qur’an dan Sunnah (qouliyah) maupun yang tersirat dari fenomena kehidupan kedua serangga tersebut (kauniyah).
وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ
Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. (Q.s.Al Ankabut : 43)
مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui (Al Ankabut : 41)
وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ
Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. (Q.s.Al Ankabut : 43)
LABA-LABA (Al Ankabut)
QOULIYAH :مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui (Al Ankabut : 41)
Pelindung-pelindung selain Allah disebut sebagai thaghut atau berhala, yang kepadanya manusia berlindung dan menyandarkan hidupnya. Di zaman 'jahihilyah modern' sekarang ini thoghut tersebut lebih banyak bersifat materi. Orang yang menjadikan 'uang' sebagai thoghut, menganggap uang adalah segala-galanya dalam hidupnya. Ia berlindung dari segala permasalahan hidupnya dengan bersandar kepada uang. Ia juga menggantungkan segala harapan dan kebahagiaan hidupnya kepada uang. Oleh karenanya 'ibadahnya' juga kepada uang, ia rela melakukan apapun untuk uang, tidak peduli pada nilai-nilai halal-haram.
Demikian pula orang yang menjadikan 'jabatan' sebagai thoghut, ia akan melakukan apapun untuk 'jabatan'. Sikut kanan-sikut kiiri- injak bawah-jilat atas. Tetapi, ternyata pelindung yang menjadi sandaran hidup selain Allah (harta, jabatan dll), hanya seperti rumah laba-laba yang sangat rapuh. Akibatnya bukan keamanan, kenyamanan dan keselamatan yang diperoleh tetapi sebaliknya.
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ
Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). (Q.S.Al Baqarah : 257)
Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). (Q.S.Al Baqarah : 257)
KAUNIYAH :
وَضَعَتْ طَيِّبًا وَاِنْ وَقَعَتْ عَلَى عُوْدِ شَجَرٍ لَمْ تُكْسِرْهُ (رواه البيهقي)
“Perumpamaan orang mukmin seperti lebah, jika ia makan, ia makan makanan yang bauk. Jika ia hinggap, ia hinggap dengan cara yang baik. Dan jika ia tinggal di batang poohon, tidak merusak pohon itu”. (HR al baihaqi)
- Laba-laba membangun rumah dengan air liurnya: Manusia yang mempunyai 'keahlian' menggunakan air liurnya (ucapan), dengan merayu, menjilat atau bahkan memfitnah untuk mencari kedudukan dan keuntungan dirinya.
- Rumah laba-laba juga berfungsi sebagai penjerat mangsa (lalat, nyamuk, bahkan sesama laba-laba): Manusia yang menggunakan air liurnya tidak hanya untuk mencarai kedudukan dan keuntungan dirinya, tetapi juga untuk menjerat 'mangsa' untuk dimakannya. Orang lain terjerat dengan rayuan dan kata-kata manisnya, yang pada akhirnya akan 'dimakan' (ditipu, dijerumuskan dll). Orang lain'dimakan' (dicelakai) dengan air liurnya yang berupa fitnah, caci maki, intimidasi dll.
- Laba-laba mempunyai naluri kanibal bahkan sejak di dalam telur: Di dunia bisnis, birokrasi, politik dan lain sebagainya tidak sedikit manusia yang mengembangkan sifat kanibalismenya ini. Saling memakan, saling menjegal dan saling memusnahkan. Tidak hanya kepada lawan, bahkan kepada sesama teman.
- Laba-laba betina akan memangsa laba-laba jantan setelah mengawininya: Di balik lelaki sukses ada wanita yang hebat. Tetapi juga sebaliknya, tidak sedikit kegagalan, keterpurukan laki-laki yang disebabkan pengaruh wanita. Wanita type 'laba-laba' akan memangsa laki-laki yang telah dijeratnya. Dari laki-laki yang melakukan kejahatan dan korupsi sebagaian darinya hanyalah 'aktor', sedangkan 'sutradaranya' adalah istri yang di rumah.
LEBAH (An Nahl)
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مِثْلُ النَّحْلَةِ إِنْ أَكَلَتْ اَكَلَتْ طَّيِبَاً وَاِنْ وَضَعَتْوَضَعَتْ طَيِّبًا وَاِنْ وَقَعَتْ عَلَى عُوْدِ شَجَرٍ لَمْ تُكْسِرْهُ (رواه البيهقي)
“Perumpamaan orang mukmin seperti lebah, jika ia makan, ia makan makanan yang bauk. Jika ia hinggap, ia hinggap dengan cara yang baik. Dan jika ia tinggal di batang poohon, tidak merusak pohon itu”. (HR al baihaqi)
Rasulullah S.A.W dengan hadith tadi, secara tidak lansung mengajak kita agar meniru sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu sahaja sifat itu sendiri merupakan ilham daripada Allah S.W.T.
وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dan Tuhanmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah, 'buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). 'Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat ubat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi mereka yang memikirkan." (Surah An-Nahl: 68-69)
Hinggap di tempat yang bersih dan mengambil hanya yang bersih.
Lebah hanya hinggap di tempat-tempat yang terpilih, sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga terakhir yang amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Lebah hanya akan datang kepada bunga, buah-buahan, dan tempat yang bersih dan memakan hanya yang bersih. Jauh berbeda dengan lalat yang justru lebih menyukai makanan yang busuk dan berbau.
Lebah hanya hinggap di tempat-tempat yang terpilih, sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga terakhir yang amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Lebah hanya akan datang kepada bunga, buah-buahan, dan tempat yang bersih dan memakan hanya yang bersih. Jauh berbeda dengan lalat yang justru lebih menyukai makanan yang busuk dan berbau.
Begitulah pula sifat seorang mukmin itu. Allah swt. berfirman:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik daripada apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; kerana sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu.” (Surah Al-Baqarah: 168)
يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik daripada apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; kerana sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu.” (Surah Al-Baqarah: 168)
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ ءَامَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma`ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Q.S.Al A’raf : 157)
Sifat orang mukmin itu, jika dia diberi amanah, insyaAllah dia akan menjaganya dengan sebaik-baik mungkin. Dia tidak akan melakukan kerusakan, pencurian, penyalahgunaan kekuasaan, manipulasi, penipuan dan sebagainya. Sebab, semua rezeki yang dihasilkan dari perbuatan jahat itu tadi adalah merupakan khabaits (kebusukan). Jadilah seperti lebah, jangan jadi lalat. Lalat hanya bawa penyakit saja yang merugikan masyarakat.
Mengeluarkan yang bersih.
Siapa tak kenal madu lebah. Semua orang tahu bahawa madu lebah mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia. Malah mampu untuk dijadikan penawar. Tapi dari organ tubuh manakah lebah itu mengeluarkan madu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Organ tubuh (perut) yang pada binatang lain hanya mengeluarkan sesuatu yang tidak bersih, lebah justru sebaliknya. Dewasa ini pula, ditemukan produk selain madu yang diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan, yaitu air liurnya.
Siapa tak kenal madu lebah. Semua orang tahu bahawa madu lebah mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia. Malah mampu untuk dijadikan penawar. Tapi dari organ tubuh manakah lebah itu mengeluarkan madu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Organ tubuh (perut) yang pada binatang lain hanya mengeluarkan sesuatu yang tidak bersih, lebah justru sebaliknya. Dewasa ini pula, ditemukan produk selain madu yang diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan, yaitu air liurnya.
Seorang mukmin itu adalah mereka yang produktif dengan kebajikan.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Surah Al-Hajj: 77)
Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk kepada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebabnya adik-adik, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakil dengan kalimah “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair dalam ayat itu memberi makna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk yang lain.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Surah Al-Hajj: 77)
Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk kepada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebabnya adik-adik, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakil dengan kalimah “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair dalam ayat itu memberi makna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk yang lain.
Segala yang keluar daripada diri mukmin itu adalah kebaikan. Hatinya jauh daripada prasangka buruk, iri hati, hasad dengki dan lidahnya tidak mengeluarkan sebarang kata-kata kecuali kata-kata yang baik. Perbuatannya tidak menyusahkan orang lain bahkan membahagiakan mereka. Hartanya bermanfaat bagi masyarakat sekeliling. Jika dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, perkara itu akan dimanfaatkannya sebaik mungkin untuk memberi sebesar-besar kemanfaatan kepada manusia.
Tidak pernah berbuat kerusakan
Lebah tidak pernah merusakkan atau mematahkan ranting tempat lebah itu hinggap. Begitulah juga bagi seorang mukmin. Seorang mukmin itu tidak pernah melakukan kerusakan dalam hal apa pun. Bahkan seorang mukmin itu selalu melakukan kebaikan dan pembetulan yang berhikmah terhadap apa yang dilakukan oleh masyarakat sekeliling dengan cara yang tepat. Seorang mukmin itu membetulkan akidah, akhlak, dan ibadah masyarakat sekeliling dengan cara berdakwah bil hikmah. Mengubah kezaliman walau apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu.
Lebah tidak pernah merusakkan atau mematahkan ranting tempat lebah itu hinggap. Begitulah juga bagi seorang mukmin. Seorang mukmin itu tidak pernah melakukan kerusakan dalam hal apa pun. Bahkan seorang mukmin itu selalu melakukan kebaikan dan pembetulan yang berhikmah terhadap apa yang dilakukan oleh masyarakat sekeliling dengan cara yang tepat. Seorang mukmin itu membetulkan akidah, akhlak, dan ibadah masyarakat sekeliling dengan cara berdakwah bil hikmah. Mengubah kezaliman walau apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu.
Bekerja keras dan rajin
Lebah adalah pekerja yang amat rajin. Ketika lebah itu muncul buat pertama kali dari telurnya (menetas), lebah pekerja akan membersihkan bilik sarangnya untuk telur yang baru. Setelah berumur tiga hari lebah itu memberi makan larva dengan membawakan serbuk sari madu. Begitulah hari-hari mereka yang penuh semangat bagi mereka berkarya dan beramal.
Lebah adalah pekerja yang amat rajin. Ketika lebah itu muncul buat pertama kali dari telurnya (menetas), lebah pekerja akan membersihkan bilik sarangnya untuk telur yang baru. Setelah berumur tiga hari lebah itu memberi makan larva dengan membawakan serbuk sari madu. Begitulah hari-hari mereka yang penuh semangat bagi mereka berkarya dan beramal.
Bukankah Allah juga memerintahkan umat mukminin supaya bekerja keras?
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (Surah Al Insyirah: 7),
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (Surah Al Insyirah: 7),
Bekerja itu pula perlulah secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan. Lebah ini selalu hidup dalam koloni yang besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, masing-masing ada tugas tersendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil kawan-kawan mereka untuk menghisap madu itu. Begitu juga ketika ada bahaya yang datang, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk geng-geng lebah yang lain agar membantu lebah yang seekor itu. Sebab itu kalau kita bunuh lebah seekor, akan datanglah seangkatan tentera udara mereka menyerang kita. Begitu jugalah seharusnya sikap mereka yang beriman.
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (Surah As Shaff: 4)
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (Surah As Shaff: 4)
Tidak pernah menyerang kecuali diganggu.
Lebah tidak pernah mendahului serangan. Lebah hanya akan menyerang apabila mereka merasa terganggu atau terancam. Untuk mempertahankan “maruah” umat lebah ini, mereka rela mati dengan cara melepaskan sengat mereka di tubuh pihak lawan. Sikap seorang mukmin itu pula, musuh itu tidak dicari. Tapi jika ada, janganlah pula lari. Seorang mukmin itu sanggup mati semata-mata untuk menegakkan kalimah Allah di muka bumi ini. Kan? Itulah beberapa karakter lebah yang patut kita contoh.
Lebah tidak pernah mendahului serangan. Lebah hanya akan menyerang apabila mereka merasa terganggu atau terancam. Untuk mempertahankan “maruah” umat lebah ini, mereka rela mati dengan cara melepaskan sengat mereka di tubuh pihak lawan. Sikap seorang mukmin itu pula, musuh itu tidak dicari. Tapi jika ada, janganlah pula lari. Seorang mukmin itu sanggup mati semata-mata untuk menegakkan kalimah Allah di muka bumi ini. Kan? Itulah beberapa karakter lebah yang patut kita contoh.
Ditulis oleh:
H. Untung Santosa
(Wakil Ketua PDM Gunungkidul)

Post a Comment
Mari tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan karena Tulisanmu Harimaumu. Komentar Sobat adalah Pendapat Pribadi, tidak mewakili Pendapat Redaksi Website Mentari News (WMN). Komentar yang mewakili redaksi Website Mentari News hanya melalui akun Mentari News. Selamat Berkomentar Sobat.. Salam Indonesia Berkemajuan.
Note: only a member of this blog may post a comment.